Asal Usul Nama Malang dan Cerita Lainnya dari Malang

Cerita rakyat dari MalangAda banyak buku bagus di aplikasi perpustakaan gratis seperti iPusnas dan iJakarta. Memang ada beberapa buku yang bikin kita harus ekstra sabar menunggu, tapi tak sedikit buku yang tak populer dan ternyata isinya bagus. Salah satunya adalah buku berjudul Cerita Rakyat dari Malang (Jawa Timur).

Karena aku masih termasuk ‘kera Ngalam’, maka rasanya perlu membaca buku ini. Ada beberapa cerita yang pernah kubaca, tapi juga ada yang belum. Yang menarik dari cerita rakyat karya Wahyudi Siswanto dan Sisbar Noersya ini yaitu pengarangnya menyisipkan asal usul nama daerah di beberapa cerita.

Ada 10 cerita di dalamnya. Kesepuluh cerita tersebut adalah Asal Usul Nama Malang, Jaka Unthuk, Empu Supa, Ken Arok dan KutukanTujuh Turunan, Ajisaka, Bagus Setya dan Bagus Tuhu, Merjosari, Coban Rondo, Bambang Durjana, serta Bawang Putih dan Bawang Merah.

Aku baru tahu cerita Bawang Putih dan Bawang Merah dari Malang. Namun ceritanya agak berbeda dengan yang biasa kudengar. Begitu juga dengan kisah asal usul nama Malang. Ceritanya bukan tentang nama Malang yang diambil dari Malangkucecwara, melainkan dari kisah penaklukkan.

Dikisahkan pasukan Mataram hendak menguasai Surabaya. Sebelum itu mereka ingin melemahkan daerah sekeliling. Mereka kemudian tiba di daerah dataran tinggi yang indah, dipimpin Tumenggung Alap-alap. Warga setempat tentunya menolak orang asing yang hendak menundukkan mereka dan melawan alias malang. Karena mereka menolak dan melawan di mana bisa disebut malang, maka daerah tersebut kemudian diberi nama Malang.

Dalam cerita rakyat ini juga ada asal usul nama daerah seperti Coban Rondo (dari cerita seorang janda yang menunggu di air terjun) , Kebalen, Nongkokajar (pohon nangka yang berjajar), Pandanwangi, Pakis, Kepanjen (dari kepanjian Jenggala), Pantai Bajul Mati (dari cerita Ajisaka), dan sebagainya. Desa Merjosari rupanya diambil dari kata Amrtajayasjri yang merupakan air suci para dewa.

Sebagai Arema, banyak hal menarik yang kudapat dari cerita rakyat ini. Pengetahuanku tentang nama daerah di kampung halamanku jadi bertambah.

Gaya bahasa dalam buku ini lugas dan mengalir. Ceritanya mudah dicerna sehingga bisa dibaca berbagai kalangan, dari remaja hingga lansia.

Detail Buku:
Judul Buku: Cerita Rakyat dari Malang (Jawa Timur)
Pengarang: Wahyudi Siswanto dan Sisbar Noersya
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2008
Tebal Buku: 72 halaman

~ oleh dewipuspasari pada September 2, 2024.

Tinggalkan komentar