Sungai dan Jakarta

Sungai di JakartaSetiap kali membaca buku-buku tentang Jakarta masa lampau, ada sesuatu yang berdesir di hati. Dalam buku dikisahkan Jakarta dulu adalah tempat yang subur, dengan hutan dan kebun yang hijau, binatang juga beragam, dan sungai yang bersih dan bisa dilayari. Ah sepertinya gambaran itu sangat berbeda dengan Jakarta pada masa sekarang. Lahan sudah padat dihuni, hewan menyingkir, para hewan penghuni sungai juga telah di surga karena sungai yang sarat polusi.

Sungai yang masih berbau busuk dan kotor yaitu di sekitaran jalan menuju Kemayoran dari Cempaka Putih, seperti daerah Tanah Tinggi. Dari dulu sampai sekarang, kondisi sungainya entah kenapa dibiarkan seperti itu. Padahal daerah Kemayoran sering digunakan sebagai event internasional.

Sungai-sungai di sekitaran jalan raya Bogor, seperti di Cijantung sebagian mulai bersih, meski belum bersih total. Kuperhatikan beberapa kali ada petugas yang membersihkannya.

Prajurit Kopassus dan kelompok masyarakat kerap membersihkan sungai Ciliwung yang berbatasan dengan Mako Kopassus di Cijantung. Andai kegiatan ini ditiru berbagai elemen masyarakat di wilayah daerah aliran sungai, maka sungai di Jakarta bisa kembali bersih seperti dulu kalau.

Ketika hari Minggu lalu (1/9) aku mengikuti tur berjalan kaki melewati sungai Ciliwung di sekitaran Pasar Baru, kulihat sungainya berwarna hijau dan beberapa bagian masih kotor. Tapi kondisi ini jauh lebih baik jika dibandingkan beberapa era di mana sungainya benar-benar kotor dan berbau tak sedap. Ah bikin malu saja, padahal lokasi sungai ini di pusat kota.

Sungainya masih kotor Andai sungai Ciliwung di daerah ini sudah benar-benar bersih, maka kawasan Pasar Baru dari jalan Veteran akan nampak asri dan indah, enak untuk dibuat jalan-jalan pagi dan sore. Kawasan ini sepertinya sudah disiapkan untuk menjadi tempat wisata alternatif, dengan berbagai cagar budaya seperti Pasar Baru, cagar budaya Kantor Berita Antara, dan di sebrang nya juga ada PosBloc yang sekarang menjadi tempat nongkrong.

Duduk-duduk di area ini sambil jajan mie ayam akan menyenangkan jika sungainya bersih. Apalagi jika tempatnya makin banyak pohon sehingga lebih sejuk dan nyaman untuk baca buku.

Sungainya masih kotor
Manfaat Sungai yang Bersih
Sejak dulu sungai sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia. Nenek moyang kita banyak mendiami daerah sekitar sungai karena sungai bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari konsumsi air tawar, tempat mendapatkan protein berupa ikan dan lainnya, sekitarnya juga subur untuk bertanam, dan lain sebagainya.

Sayangnya dengan semakin banyak hunian dan manusia, entah kenapa sungai malah dibiarkan tercemar. Limbah rumah tangga dan pabrik dialirkan ke sungai, sehingga sungai pun kotor, berbau, dan tak bisa lagi digunakan sebagai tempat tinggal ikan dan makhluk lainnya. Kasihan mereka huuhuuh. Dulu aku suka melihat barang ajaib di sungai, seperti perabotan rumah yang sengaja dibuang di sungai, atau sungai berwarna mencolok yang berasal dari limbah pabrik.

Kapan sungai Jakarta kembali bersih
Air baku yang dikelola untuk memenuhi kebutuhan konsumsi air warga Jakarta sendiri salah satunya dari Sungai Ciliwung. Nah, jika masyarakat sadar bahwa air yang digunakan untuk mandi dan minum dari sungai, maka sebaiknya mereka juga memiliki tanggung jawab dan kepedulian untuk menjaga sungai.

Memang sih teknologi pengolahan air sudah canggih dan ada instalasi penjernihan air. Tapi tetap saja penting untuk menjaga sungai-sungai kita, setidaknya demi kita sendiri, agar tubuh kita sehat setelah mengonsumsi air PAM, karena membayangkan ikan-ikan kembali hadir di sungai Jakarta rasanya sulit untuk saat ini. 

Sungai dan Wisata
Tak sedikit daerah dan negara yang menjadikan sungai sebagai pemikat dan obyek wisata. Di film drakor dan cerita manhwa biasanya ada adegan berlari atau nongkrong di tepian Sungai Han. Sungai Musi Palembang tetap jadi landmark Palembang. Nah bagaimana dengan Jakarta?

Ketika aku berkunjung ke Museum Bahari, aku salut ketika melihat kesungguhan mereka mengubah kawasan sekitar museum sebagai tempat yang asri dan elok. Sungai-sungai dibersihkan sehingga bersih dan enak dipandang. Tanaman di sekitaran juga dirapikan. Juga ada jalur untuk pejalan kaki, sehingga mereka bisa menikmati panorama sungai saat berjalan kaki atau lari pada saat pagi hari atau sore hari.

Sungai di museum bahariKawasan ini sepertinya sedang dipersiapkan untuk wisata alternatif. Apalagi juga sedang dibangun semacam pasar seni dan pusat atraksi seni, juga akan dibangkitkan tempat pelelangan ikan. Jika rencana ini berhasil, maka masyarakat akan menggemari berwisata di tepian sungai. Hal ini juga akan mendorong mereka untuk menjaga kelestarian sungai tersebut.

~ oleh dewipuspasari pada September 3, 2024.

Tinggalkan komentar