Menuju Grand Indonesia Naik LRT
Akhirnya aku merasai naik LRT. Selama ini angkutan umum massal yang lumayan sering kugunakan adalah KRL, termasuk jika hendak ke pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat. Berhubung KRL sudah tidak langsung berhenti ke Stasiun Sudirman, melainkan harus transit dulu di Stasiun Manggarai, maka aku mencari alternatif. Akhirnya pilihanku mengarah ke LRT karena ada stasiunnya yang masih bisa dijangkau dari rumah.
Aku memilih uji coba naik LRT pada hari libur supaya tidak berdesakan dan juga bila ada apa-apa aku bisa mudah bertanya ke petugas. Aku memilih naik dari Stasiun LRT Ciracas. Aku lewat pasar pinggir jalan yang rame, padat kendaraan.
Wah aku baru tahu jika stasiunnya ini dibuatkan semacam kompleks. Di dalamnya luas, bakal ada apartemen juga. Kompleks sekitar stasiun LRT Ciracas ini enak buat lari-lari atau nongkrong sore hari. Hanya tempatnya relatif sepi banget. Entah bagaimana jika malam hari.
Setelah puas mengamati Stasiun LRT Ciracas dari luar aku pun masuk ke atas. Pembayaran dan caranya sama dengan ketika naik KRL dan TransJakarta. Bisa pakai e-money. Aku belum coba yang pakai QRIS, entah sudah bisa atau belum.
Tujuanku ke Grand Indonesia. Aku berencana turun di stasiun akhir di Stasiun Dukuh Atas lalu transit, bisa naik bus TransJakarta atau jalan kaki.


Akhirnya keretaku tiba. Aku bisa duduk nyaman karena lagi sepi penumpang. Aku menikmati perjalanan 50 menitan menuju Stasiun Kampung Rambutan, TMII, Kuningan, hingga terakhir di Dukuh Atas. Aku mencatat beberapa bangunan yang lokasinya tak jauh dari tiap stasiun. Siapa tahu aku naik LRT menuju tempat-tempat tersebut.
Dalaman LRT tak jauh beda dengan dalaman KRL. Mungkin karena lagi sepi maka terasa lapang. Total perjalanan sekitar 50 menit dari Ciracas menuju Dukuh Atas. Waktu menunggu kereta datang tadi berkisar 10-15 menit.




Nah setelah sampai di stasiun akhir, aku bingung dan tanya ke petugas. Awalnya aku berniat lanjut naik TransJakarta. Lalu aku berubah pikiran dan mencoba jalan lewat stasiun KRL Sudirman Baru (BNI City).
Sambil berjalan aku menikmati panorama sungai dari atas. Kemudian ada banyak jajanan di lorong menuju stasiun KRL. Akhirnya aku tiba di stasiun KRL Sudirman Baru. Kartuku harus ditap lagi.


Aku mengikuti papan arah petunjuk. Setelah mengetap, aku bisa keluar dari Stasiun Sudirman Baru. Biayanya hanya Rp1. Setelah itu tinggal jalan kaki sekitar 1,5 kilometer menuju Grand Indonesia.
Kuhitung biayanya lumayan hemat. Hanya ongkos naik ojek daring ke Stasiun LRT Ciracas ditambah Rp10 ribu dan Rp1. Ongkosnya jauh lebih murah jika dibandingkan aku naik ojol langsung dari rumah ke Grand Indonesia. Dari segi waktu, berkisar 1,5 jam untuk durasi menunggu, perjalanan LRT, dan berjalan kaki. Tentunya ditambah waktu aku memesan ojol dan menuju Stasiun LRT Ciracas. Anggap saja total waktunya dua jam.
Total waktunya beda tipis jika dibandingkan dengan naik KRL. Hampir sama, bisa lebih cepat atau malah lebih lambat.
Kalau naik ojol dari rumah langsung ke Grand Indonesia berkisar rata-rata 1,5 jam. Relatif lebih cepat. Namun jika sedang macet parah maka bisa dua jam atau lebih. Selain itu badan juga pegal dan banyak polusi udara.
Naik LRT bisa jadi alternatif nih selain KRL. Lain waktu aku ingin juga coba membandingkan apabila naik MRT menuju Bundaran HI, dari segi durasi perjalanan dan biaya.

Terkait
~ oleh dewipuspasari pada September 29, 2024.
Ditulis dalam Wisata
Tag: LRT, Menuju Grand Indonesia naik LRT, Naik LRT, Stasiun LRT Ciracas
