Pojok Mustikarasa di ANRI dan Isi Bukunya

Di gedung Arsip Negara yang terletak di Jalan Gajah Mada, terdapat koleksi pameran tentang kepresidenan, terutama Bung Karno, yang ditayangkan begitu menarik. Ada pojok tersendiri yang membahas kecintaan Bung Karno akan kuliner. Ia kemudian menyusun buku kuliner berjudul Mustikarasa bersama istrinya, Hartini.
Ketika menyaksikan film Rahasia Rasa yang masih tayang hari ini, ada referensi tentang buku Mustikarasa yang menggerakkan cerita tersebut. Isi resep buku Mustikarasa sendiri pernah jadi bahan diskusi yang seru di platform X. Resepnya relatif sederhana dan mudah diiikuti.
Nah di pojok kuliner pameran tersebut disebutkan bahwa Bung Karno menyukai tempe dan sayur lodeh. Baginya keragaman makanan yang ada di Indonesia itu adalah kekayaan yang patut diwariskan ke anak cucu. Oleh karenanya ia bersama istri begitu semangat untuk membukukan 1.600 resep yang diperoleh dari berbagai festival makanan dan minuman Indonesia ke dalam buku Mustikarasa.
Buku ini disebutkan dirilis tahun 1957 oleh Kementerian Pangan. Buku ini bagian dari upaya ketahanan dan keragaman pangan karena mendorong masyarakat tak hanya mengonsumsi beras, namun juga jagung dan umbi-umbian.
Namun sepertinya ada versi yang lebih baru dari buku Mustikarasa yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian dengan tebal buku 1.207 halaman. Aku meminjamnya dari teman. Resepnya menyusut, jadi sekitar 1100an resep.
Dari pengantar buku nampak bahwa buku dilakukan kajian hingga selesai menjadi sebuah buku dari tahun 1960 hingga 1966. Ada bagian pengumpulan, riset, koreksi, ujicoba, dan penyuntingan naskah hingga pencetakan buku. Panitia dari Kementerian Pertanian ini bernama Panitia Penyelesaian Buku Masakan Indonesia.
Dalam buku ini terdapat beberapa bagian. Bagian pertama berjudul Uraian-uraian yang Bertalian dengan Pemasakan Makanan. Bagian kedua tentang Makanan Utama. Bagian ketiga tentang Lauk Pauk Basah Berkuah. Bagian keempat tentang Lauk Pauk Basah Tidak Berkuah. Bagian kelima tentang Lauk Pauk Gorengan. Berikutnya, Lauk Pauk Bakar-bakaran. Bagian ketujuh, Sambal-sambalan. Bagian berikutnya, Jajanan, bagian kesembilan itu Minuman. Sebagai penutup ada indeks.
Dalam buku ini makanan dibagi empat yaitu makanan utama, lauk pauk, jajan, dan minuman. Untuk bahan pokok yang mengenyangkan, ada beras, jagung, tjantel, dan umbi-umbian. Tjantel dulu umum digunakan warga Kulonprogo. Cara masaknya mirip dengan nasi. Sementara jenis umbi ada ubi jalar, ubi kayu, uwi, tales, suweg, garut, ganjong, dan kentang.

Di bagian pertama Mustikarasa juga disebut aneka kacang-kacangan, jenis padi, aneka jenis buah dan sayuran, ikan, daging, unggas, ayam, makanan sari laut, aneka jenis bumbu, aneka jenis minuman. Kemudian disebutkan cara memasak, menyiapkan menu berdasarkan pedoman gizi, istilah memasak, alat masak, dan cara menata meja makan.
Di bagian makanan utama, ada banyak resep makanan dari berbagai daerah. Ada loka dipeapi dari Manggar. Jika melihat resepnya mirip dengan kolak pisang. Lalu ada nasi tumpang, nasi punar, nasi kebuli ala Medan, dan tortilla ala Indonesia
Bagian berupa lauk pauk dan jajanan paling tebal. Isinya juga beragam dari berbagai daerah. Namun, juga ada resep dari masakan manca juga modern seperti kue tart dan hot pot. Bentuk ketupat dan bungkus dari daun juga beragam.
Wah kayaknya bisa nih belajar masak dari buku ini. Juga ada ilustrasinya berupa foto dan gambar.
Gambar dokpri diambil di Pameran Kepresidenan ANRI

