Film-film Jakarta World Cinema Online

Musim festival film telah berlangsung. Setelah sempat jeda usai ITAFF, Europe on Screen, Festival Film Rusia, dan Festival Film Spanyol, kini musim festival film akan kembali hadir secara intens. Minggu lalu baru usai Festival Film 100 Persen Manusia, kini para sinefil menyambut Jakarta World Cinema yang diawali dengan versi online.

Sudah 11 film yang kusaksikan di Jakarta World Cinema Online. Tak semuanya bagus. Yang menarik tentu kuberikan pujian, yang buruk entah kenapa bisa masuk dalam daftar putar.

Ada film yang membuatku jengah dan ingin segera tuntas saja. Film tersebut terlalu sadis. Ceritanya tentang domba yang disiksa. Alasannya karena persaingan dan kemarahan.

Aku merasa frustasi selama menontonnya. Tokoh utama tak bisa berbuat banyak hal karena tak ada penyokongnya. Si pelaku merasa berbuat benar. Keluarganya juga merasa tak bersalah.

Tak jelas pesan yang ingin disampaikan sutradara karena yang tersisa hanya rasa frustasi dan kesedihan terhadap para hewan yang sebenarnya menggemaskan. Film tersebut tak ingin kurekomendasikan.

Ada satu film dengan visual menawan dan eksekusi yang tak biasa. Sayangnya ceritanya disusupi isu perselingkuhan. Kedua tokohnya merasa tak bersalah atas perbuatan mereka. Namun harus diakui rajutan ceritanya menarik, tentang pertemuan dengan berbagai unsur kebetulan.

Ada lagi cerita tentang penggembala domba. Awalnya cerita juga ada penyiksaan terhadap hewan. Ini karena penggembalanya sudah gila dan banyak tekanan. Untungnya si penggembala muda akhirnya bisa terbebas darinya. Ia akhirnya bisa menggembala domba ke pegunungan dan menjaga para domba dengan kasih sayang. Judulnya adalah Shepherd, film ini pantas direkomendasikan.

Oh iya film dengan visual apik dan penyajian tak biasa itu adalah film Spanyol berjudul Ocho. Ada perubahan visual dari hitam putih ke berwarna. Ceritanya berlatar perang saudara di Spanyol. Film ini menarik meski aku tak suka unsur perselingkuhannya dan karakter kedua tokoh utamanya.

Ada film kartun berjudul Glassworker. Profesi tokohnya tak biasa hanya konfliknya terlalu melodrama. Lumayan menarik meski tidak begitu wah.

Kalian bisa saksikan 40-an film panjang dan 30-an film pendek JWC di KlikFilm. Minggu depan versi offline-nya akan hadir di CGV Grand Indonesia. Sayangnya tiketnya rebutan banget, sudah dapatnya.

~ oleh dewipuspasari pada September 20, 2025.

Tinggalkan komentar