Moonlight Sonata, Mumu Melahirkan Lima

Malam terang bulan, aku mendengarkan “Moonlight Sonata” sambil kelimpungan mencari bayi kucing dua. Mimi setelah pulang dari klinik malah buat kekacauan. Ia menyelundupkan dua bayinya di lorong rumah yang menjadi gudang.
Tapi kejutan purnama bukan hanya itu saja.
Ya, kucing itu makhluk yang tak bisa ditebak. Ada saja kelakuannya yang membuatku senang tapi kadang juga mengesalkan. Si Mimi yang masih jalan sempoyongan berbuat onar. Aku cemas sekali keduanya tak selamat.
Hari ini aku malas sekali rasanya melakukan apa-apa. Aku merasa berdosa karena tak bisa menolong dua makhluk polos karena ulah emaknya.
Lalu aku mendengar meongan. Ooh aku langsung berlari keluar kamar. Aku mengucap syukur si Mimi akhirnya berakal sehat.
Tunggu itu bukan anak Mimi. Yang memgeong kencang itu anak kucing yang berbeda. Dua bayi kucing yang baru lahir hadir ke dunia. Haaaah
Tak lama dari dua bayi kucing jadi tiga. Di kamarku juga menanti kejutan dua bayi lainnya. Total anak Mumu jadinya lima. Banyak amat ya.

Rumahku sudah seperti penampungan kucing terlantar. Aku masih berharap dua bayi Mimi selamat.
Sembilan kucing peliharaan plus sembilan kucing liar yang bermukim di rumah. Total delapan belas kucing, luar biasa. Semoga rejeki lancar sehingga aku bisa mengurus mereka semua.
