“In Her Shoes” dan “27 Dresses” Tentang Dua Saudari yang Berkonflik

Ketika menyaksikan “In Her Shoes”, aku langsung teringat akan film ” 27 Dresses”. Keduanya sama-sama film drama tahun 2000-an dan bercerita akan hubungan kakak beradik yang menjadi tak akur karena sebuah peristiwa.

Pada film “In Her Shoes” (2005) dikisahkan Rose Feller (Toni Collette) terpaksa menampung saudarinya, Maggie (Cameron Diaz) karena ibu tirinya mengusir adiknya. Maggie memang cantik tapi selama ini ia hidup begitu bebas dan liar, sering mabuk, tak pernah awet di satu pekerjaan, dan berganti-ganti pria.

Berbeda dengan adiknya, Rose mandiri dan serius. Ia seorang pengacara dan sedang naksir atasannya. Keduanya memiliki hubungan khusus.

Hubungan Rose dan Maggie meskipun berbeda watak cukup akrab. Hingga Maggie menggunakan sepatu dan mobilnya tanpa izin. Tak cukup hanya itu, Maggie juga menggoda atasannya. Rose pun mengamuk dan mengusir adiknya.

Kisah “27 Dresses” juga agak mirip meski cerita berfokus pada Jane (Katherine Heigl) yang bertahan dengan status jomblonya karena naksir berat atasannya, George (Edward Burns). Ia terus mendambakan pernikahan ideal sembari rajin menjadi pendamping calon pengantin hingga mengumpulkan 27 gaun pendamping.

Konflik hadir ketika adiknya jatuh cinta ke pria yang disukainya. Rupanya gayung bersambut, George juga langsung menyukai Tess (Malin Akerman) yang cantik. Jane dengan sabar membantu persiapan pernikahan adiknya hingga si adik merusak gaun pengantin milik ibu mereka.

Ceritanya agak mirip bukan?! Karakter si kakak dan adik juga mirip. Si kakak serius, pekerja keras, dan suka berhubungan dengan pria. Sedangkan si adik lebih cantik, berjiwa bebas dan liar, berganti-ganti pria, dan tak becus dalam bekerja. Apakah stereotip kakak dan adik perempuan dalam film Hollywood mirip-mirip ya?!

Sedihnya lagi hubungan kakak dan adik tersebut langsung hancur gara-gara pria. Duh dunia kayak kekurangan pria saja ya sehingga si adik tertarik ke pria yang ditaksir kakaknya.

Ya, aku kurang suka dengan stereotip sosok si adik, juga konfliknya. Tapi menurutku perkembangan karakter dan resolusi di film “In Her Shoes” jauh lebih baik daripada “27 Dresses”.

Di film 27 gaun, sifat buruk Tess ketahuan karena si kakak balas dendam. Pernikahan si adik gagal dan hubungan kedua saudari ini makin buruk.

Ujung ceritanya sendiri mudah ditebak. Si kakak jatuh cinta ke pria lain, bukan bersama atasannya. Ia juga berdamai dengan si adik yang mulai berupaya menjadi gadis ‘dewasa’.

Sedangkan di “In Her Shoes” dikisahkan kedua bersaudari setelah bertengkar melakukan kegiatan yang kontras dengan kegiatan mereka sebelumnya. Si kakak yang frustasi akhirnya mundur sebagai pengacara dan malah menjadi teman jalan-jalan para anjing. Ia tampak lebih bahagia.

Sedangkan si adik yang manja awalnya ingin hidup manja bersama neneknya yang kaya. Tapi ia tidak tahu jika neneknya itu ketat. Si nenek berhasil mendisiplinkan cucunya.

Perubahan sifat kedua kakak beradik ini menarik dilihat. Cara mereka berdamai juga tidak mendadak.

Ya, aku lebih menyukai film Cameron Diaz ini daripada film Katherine Heigl. Memang gaun-gaun di film “27 Dresses” begitu menawan, termasuk adegan pembukanya. Namun, kehidupan para lansia dan interaksi Maggie bersama mereka jauh lebih memikat.

Aku suka bagian ketika Maggie akhirnya menemukan passion-nya yaitu membantu para lansia berbelanja barang fesyen sehingga mereka tetap modis meskipun sudah nenek-nenek. Jadinya di sini si adik tak terus-terusan manja, tapi berubah secara perlahan dan akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai untuknya. Hubungan Maggie dan si nenek juga manis meskipun di awal keduanya tampak tidak serasi.

Mungkin karena aku punya ekspektasi tinggi ketika hendak menyaksikan “27 Dresses”, jadinya aku merasa kecewa ketika filmnya agak hambar dan klise. Sedangkan ketika menonton ” n Her Shoes “, aku merasa sebaliknya, aku tak punya ekspektasi apa-apa.

Ya, keduanya sama-sama mengupas hubungan dua saudari. Film yang satu kostumnya mantap, film lainnya perkembangan karakternya juara.

Gambar dari IMDb, MovifiedBollywood, Clip Film

~ oleh dewipuspasari pada November 8, 2026.

Tinggalkan Balasan