Mangga Golek

Mumpung musim mangga, waktunya berburu mangga segala jenis. Wah yang banyak dijual umumnya mangga arum manis. Mangga ini memang manis dan berair.
Jenis mangga lainnya yang juga kerap hadir adalah mangga manalagi. Mangga ini kesat dan manis. Jika belum matang pun, asamnya tidak terlalu, enak dirujak atau dijadikan sambal asam manis.
Di tempat lainnya aku menjumpai mangga Indramayu. Aroma dan rasa mangga ini juga punya ciri khas tertentu. Teksturnya agak kaku.
Kadang-kadang aku juga menjumpai lapak yang menjual mangga kweni yang harumnya membuatku pusing. Varian mangga ini kuhindari sejak kecil.
Dulu aku masih suka menemukan mangga gincu atau ada yang menyebutnya mangga podang. Mangga ini bentuknya membulat seperti apel dengan warna kemerahan. Teksturnya kenyal dengan cita rasa yang juga punya ciri khas. Bukan mangga favoritku tapi aku doyan.
Nah kemarin aku menemukan lapak penjual mangga golek. Ooh mangga ini seperti tak terbeli, hanya tergolek. Ini mangga masa kecilku, aku membeli empat golek.

Mangga ini cukup populer di Malang. Namun, di Jakarta tak banyak penjual dan peminatnya. Pasalnya mangga ini sering asam jika tak benar-benar matang. Namun, percayalah buah mangga jenis ini sedap. Teksturnya itu yang juara. Ada kenyalnya. Rasanya umumnya asam, manis, segar. Dibuat salad buah juga enak.
Mangga golek bisa berukuran besar. Yang matang bila warnanya kekuningan. Jika masih hijau sekilas mirip mangga Thailand.
Sayangnya aku sudah tak pernah lagi menemukan mangga masa kecilku. Aku jadi kangen masa-masa ibu membelikanku mangga madu, mangga lanang, dan mangga randu. Oh waktu kecil aku bertualang mencicipi mangga dengan serius.
