Moana: Puteri Disney dari Bangsa Pelaut

Moana

Ada beragam kisah dari puteri Disney yang tak sekedar cantik dan dilahirkan sebagai putri raja atau putri seorang pemimpin. Ada Bella anak ilmuwan yang kutu buku, ada Pocahontas yang menyukai alam, Mulan yang pemberani dan pejuang, dan Rapunzel yang pandai bernyanyi. Dan kali ini adalah giliran Moana.

Para puteri Disney dikisahkan juga berasal dari beragam ras tidak hanya dari bangsa kulit putih. Mulan dikisahkan berasal dari Tiongkok, puteri Jasmine di kisah Aladin berasal dari Baghdad, Pocahontas dari kaum Indian, kisah Princess and The Frog yakni puteri Tiana dari bangsa kulit hitam, dan kali ini kisah Moana berlatarkan kisah puteri kepala suku dari bangsa Polynesia yang mendiami kepulauan di Lautan Pasifik. Mereka dikenal sebagai pelaut yang pemberani.

Moana, puteri kepala suku Motunui, sejak kecil memiliki minat dengan lautan. Ia selalu tertarik ingin bermain di pantai dan berlayar. Keinginannya ini didukung oleh neneknya, namun sangat ditentang oleh ayahnya. Baru kemudian diketahui oleh Moana alasan sebenarnya ayahnya menentangnya dari neneknya.

Neneknya, Tala, gemar berkisah cerita-cerita lama yang konon bukan sekedar dongeng. Dia bercerita tentang jantung seorang dewi kehidupan bernama Te Fiti yang dicuri oleh manusia setengah dewa bernama Maui yang bersama kailnya mampu berubah wujud. Gara-gara jantungnya dicuri, maka unsur kegelapan bangkit.

Kegelapan itu menular dari satu pulau ke pulau lain hingga membuat tiap pulau menjadi mati, termasuk lenyapnya kapal beserta penumpangnya yakni nenek moyang penduduk pulau Motunui yang dulu gemar berlayar. Sejak itu bangsa Matunui lebih banyak hidup sebagai petani dan hanya menangkap ikan di perairan yang dekat dengan pulau mereka. Sementara Maui dikabarkan hilang setelah ia kalah melawan monster lahar Te Ka dan kailnya jatuh ke dalam lautan, tidak ketahuan rimbanya.

Hasrat Moana untuk berlayar tetap kuat, namun ayahnya juga tak kalah kuat untuk menepis keinginannya tersebut. Hingga suatu saat kegelapan itu mulai menjangkau pulaunya. Ikan mulai menghilang dan hasil panen gagal. Moana pun kemudian mengikuti panggilan lautan untuk menyelamatkan sukunya dari bahaya kelaparan.

Ceritanya memang agak serius tapi percayalah Moana aman ditonton anak-anak dan tetap menarik bagi kaum dewasa. Ada dua kawan Moana, Pua si babi dan Heihei seekor ayam bodoh yang menggemaskan.

Pua dan heihei

Paragraf berikutnya mungkin mengandung spoiler. Hindari jika belum menonton film ini

Kisah petualangan Moana semakin menarik ketika bertemu dengan kawanan bajak laut yang penampilannya mirip kelapa. Mereka bernama Kakamora dan memiliki senjata berupa sumpit yang bisa membuat yang terkena senjata tersebut tak berdaya. Jumlah mereka juga sangat banyak dan berbahaya. Ada yang bilang adegan tersebut paling epik di kisah petualangan Moana dibandingkan para monster lainnya yang bakal dihadapinya. Iya juga sih, seru melihat adegan ini. Ada juga teman yang mengatakan adegan tersebut sepertinya sepertinya terinspirasi dari para pencari Valhala alias film yang dibintangi Tom Hardy berjudul Mad Max: Fury Road Hihihi gaya serangan mereka dan adanya drum besar untuk ditabuh mungkin yang membuatnya sedikit mirip.

Saya suka penggambaran sosok Moana di sini sebagai heroine remaja yang tangguh dan pemberani. Duetnya bersama Maui si manusia setengah dewa yang narsis juga kocak. Pengisi suara Moana sendiri adalah seorang remaja gadis pulau Pasifik yang baru kali ini terlibat dalam sebuah film. Gadis tersebut bernama Auli’i Cravalho.

Moana dan maui

Cara Auli’i mengisi suara Moana termasuk menyanyikan lagu How Far I’ll Go yang menjadi soundtrack film ini patut diacungi jempol. Versi How Far I’ll Go yang mulai diperdengarkan di radio sendiri dibawakan oleh penyanyi bernama Alessia Cara. Lagunya indah dan memiliki lirik yang juga menawan.

Dwayne Johnson yang biasanya terlibat dalam film laga juga seru mengisi suara Maui. Sepertinya ia lumayan cocok menjadi pengisi suara animasi sekaligus bernyanyi.

Dari segi visualisasi, gambarnya indah, detail dan nampak hidup. Gambaran penduduk pulau dengan tarian, dongeng, pakaiannya, juga bagaimana mereka memanfaatkan kelapa sebagai makanan dan membuat berbagai perkakas merupakan ciri khas penduduk pulau yang membuat film ini begitu detail dan kaya. Cuma saya kepikiran bagaimana babi bisa hadir di sebuah pulau Pasifik yang jauh dari mana-mana. Apakah berkat kemampuan melaut mereka?

Ada banyak pesan moral dalam film ini. Seperti menuruti kata hati, berani dan percaya diri. Dan ada satu lagi yang membuat film ini berkesan yakni kecintaan pada lautan. Rasanya saya merasa tersindir. Bangsa Indonesia juga penduduk kepulauan dan dulu nenek moyangnya juga penakluk lautan. Sekarang sepertinya saya lupa bagaimana menjadi pelaut dan lebih suka menggunakan transportasi darat dan udara, dibandingkan transportasi lautan. Pengalaman saya mengarungi laut masih belum banyak dan rasanya setelah menonton film ini saya jadi kangen berlayar di lautan lepas.

Detail Film:
Judul : Moana
Sutradara : Ron Clements dan Kohn Musker
Pengisi Suara: Dwayne Johnson, Auli’i Cravalho, Nicole Scherzinger, Alan Tudyk, Rachel House
Genre : Dongeng, Fantasi
Rating : 8,5/10
Gambar : imdb

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 29, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: