Terobsesi Tomat

Selera makanku berubah-ubah. Kadang-kadang aku sangat ingin makan sesuatu hingga membayangkan makanan tersebut untuk disantap. Apabila minggu kemarin aku terobsesi bakso hingga kekenyangan, belakangan ini aku tergila-gila dengan tomat.
Tomat? Ya, buah tomat. Buah yang asam, manis, segar, dengan warna kemarahan yang banyak dijual.
Kemarin aku belanja tomat dalam jumlah cukup banyak di pasar kaget. Lalu aku agak terkejut menyadari harganya yang juga lumayan bikin kaget. Wah sejak kapan ya tomat jadi mahal, apa aku kurang apdet?!
Ya, intinya aku beli tomat dalam jumlah yang paling banyak kubeli dalam hidupku. Biasanya aku cuma membeli maksimal tujuh. Kini lebih dari itu.
Mungkin memang sejak dulu aku menyukai tomat. Buah eh sayur ini enak dipotong-potong lalu diberi gula pasir dan didinginkan. Setelah dibiarkan sejenak, gula akan meresap dalam tomat, membuatnya makin nikmat.
Tomat juga sedap dibuat jus buah. Atau, juga bisa pakai cara nenek, dipotong kecil-kecil diberi gula ditumbuk-tumbuk dengan sendok hingga cukup halus, baru diberi air matang. Cara ini mirip dengan bikin jus, tapi dengan cara manual.
Apa kalian pernah makan sup tomat? Aku pernah menyantapnya dalam bentuk mie instan dan ternyata enak.
Sayangnya mie tomat jarang dijumpa. Jika aku menemukan penjualnya, aku langsung membeli dalam jumlah banyak. Rasa mienya unik karena ada unsur asam pedasnya. Tinggal dimasak dan ditambahkan potongan sawi dan telur ceplok, wah enaknya.
Duh nulis ini dini hari, bikin aku jadi pingin mie tomat.
Nah tomat yang kubeli banyak itu rata-rata kuolah jadi hidangan berkuah. Masakan daging sapi, ayam, hati ayam, cumi-cumi asin, hingga telur kuubah jadi hidangan berkuah dengan tomat.
Apa saja bahannya, kutambahkan buah tomat. Hati ayam, misalnya. Setelah aroma kurang sedapnya hilang, kutambahkan duo bawang, lada, cabai rawit merah, dan potongan tomat banyak-banyak.
Tak ada ukuran berupa banyak jumlah bawang, tomat, dan cabainya. Kukira-kira semuanya. Lalu, kutambahkan air dan kututup hingga bumbu dan tomat melunak dan seperti menyatu sempurna. Proses memasak kuhentikan bila kuahnya kemerahan dengan rasa asam, manis, pedas. Wah ini sedap.
Dua hari berturut-turut aku memasak kuah tomat dengan bahan-bahan beragam. Bergantung suasana hatiku, apa yang ingin kumakan, maka kumasukkan. Hari sebelumnya telur saja. Pernah juga semua bahan dari hati ayam, cumi asin, dan telur kumasukkan. Aku menyantapnya dengan penuh rasa syukur dan gembira.
Jika dipikir-pikir apakah aku kecanduan tomat gara-gara baca komik petani itu ya? Oleh karena jualan pertamanya yang laris adalah tomat ceri yang mampu menurunkan berat badan. Bisa jadi iya.
Belakangan ini aku terobsesi tomat. Mungkin tidak sampai keblinger tomat, karena aku masih memasaknya dengan cara normal hahaha.
