
Anak itik dalam cerita HC. Andersen merasa rendah diri karena dinilai buruk oleh hewan-hewan di sekelilingnya. Ia terkejut ketika kemudian manusia memujinya keindahannya ketika ia tumbuh dewasa. Lanjutkan membaca ‘Ugly’


Anak itik dalam cerita HC. Andersen merasa rendah diri karena dinilai buruk oleh hewan-hewan di sekelilingnya. Ia terkejut ketika kemudian manusia memujinya keindahannya ketika ia tumbuh dewasa. Lanjutkan membaca ‘Ugly’
Aku menyaksikan segala sesuatu dari tepi
Aku tak berniat mencampuri
Kuperhatikan sekeliling tanpa berniat mengomentari
Ternyata yang kuamati pikiranku sendiri Lanjutkan membaca ‘Tepi’
“Omahe suwung, Rek!” alias rumahnya kosong. Dalam bahasa Jawa, suwung memang berarti kosong. Namun, dalam kamus spiritual Jawa dan kaum sufi, makna suwung ini begitu dalam. Lanjutkan membaca ‘Suwung’
Belakangan setiap sambutan acara formal, umumnya disertai dengan salam rahayu. “Rahayu, rahayu, rahayu.” Salam ini bermakna doa dan harapan, agar para hadirin semuanya selamat, sentosa, aman, dan tentram. Lanjutkan membaca ‘Rahayu’
Ketika usia bertambah, di antara kalian mungkin terbit sejumlah pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu sulit ditanyakan dan mungkin juga bakal sulit dijawab, sehingga banyak yang memilih menyimpannya. Lambat laun pertanyaan-pertanyaan tersebut makin menumpuk seiring rasa ingin tahu manusia yang terus tumbuh. Lanjutkan membaca ‘Question’