Semakin menua, aku makin mudah berempati. Ketika melihat film tentang satwa yang menderita, aku langsung sedih. Karena itu aku tak begitu suka nonton film tentang satwa di bioskop, bisa-bisa aku tak bisa menahan tangis. Lanjutkan membaca ‘Biarkan Para Satwa Bahagia dan Punya Kenangan Indah’
Biarkan Para Satwa Bahagia dan Punya Kenangan Indah
•Februari 9, 2024 • 4 KomentarWaktu Terbaik Dengar Musik
•Februari 8, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Kupilih aplikasi pemutar musik. Lalu kupilah-pilah lagu yang ingin kudengar sesuai suasana hati. Saat tembang itu mulai mengalun, aku menatap pemandangan yang hanya nampak samar-samar karena langit yang telah gelap dan jendela kereta yang kusam. Saat melihat pemandangan dari balik jendela yang berlalu begitu cepat, aku seperti melihat kilasan masa laluku untuk beranjak menuju masa depan. Lanjutkan membaca ‘Waktu Terbaik Dengar Musik’
Mensmurf 120 Lelucon Smurf 2
•Februari 7, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Sejak mengenal Smurf waktu kecil, aku jadi suka membaca dan mensmurf smurf. Hahaha bahasa smurf memang unik ya. Dulu aku suka menggunakan bahasa smurf dengan kakak perempuan dan untunglah nyambung walaupun maknanya mensmurf smurf bisa luas. Kakak laki-laki bengong sendirian, tidak paham dengan apa yang kami bicarakan. Nah kemarin aku menuntaskan mensmurf 120 Lelucon Smurf 2. Lanjutkan membaca ‘Mensmurf 120 Lelucon Smurf 2’
Singka dan Diare
•Februari 6, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Sejak berusia satu bulan Singka, anak Cindil, sakit-sakitan. Aku kurang tahu penyebabnya. Mungkin karena Cindil sendiri sudah lelah melahirkan dan mengurus bayi sehingga ia jadi kurang telaten memeliharanya. Atau karena ia menaruh Singka di tempat yang kurang bersih. Tapi aku salut dan terharu dengan upaya Singka untuk terus bertahan hidup. Alhasil aku juga berupaya keras agar Singka bisa sehat dan juga punya kenangan indah di dunia. Lanjutkan membaca ‘Singka dan Diare’
Kucing Bersama
•Februari 5, 2024 • Tinggalkan sebuah Komentar
Tetanggaku dan putrinya menangis sedih ketika aku bercerita kucingku Opal telah kumakamkan Minggu malam silam. Aku dan tetanggaku berjumpa di acara pertemuan warga. Mengapa tidak segera memberitahu, kami pikir Opal masih dirawat? Ya, kenapa aku tidak segera memberitahu mereka. Aku tidak bisa. Karena aku masih menangis sedih setiap kali berbicara dan teringat akan Opal. Ia kucing kami bersama. Lanjutkan membaca ‘Kucing Bersama’
