Pandawa Menuju Puncak Himalaya

Membaca bagian kisah pewayangan tentang Pandawa Seda membuatku sedih. Setelah peperangan Baratayuda, tidak semuanya berakhir bahagia. Ada banyak hal yang membuat Yudistira dan adik-adiknya tidak merasa tenang, mereka kemudian memilih menyepi ke puncak Himalaya.

Setelah peperangan dahsyat di Kurukshetra, ada banyak korban baik dari pihak Pandawa dan Kurawa. Drupadi merasa sedih karena anak keturunannya semua meninggal di medan laga, hanya cucu Arjuna yang selamat, Parikesit.

Istri Destarata, Gandari bersusah hati. Meskipun menang dalam pertempuran, ada rasa segan yang melekat pada Pandawa karena bibi dan paman mereka juga berduka. Gandari karena luapan emosinya mengeluarkan sumpah serapah ke Kresna karena menganggap Kresna gagal mencegah peperangan, dimana kemudian diterima Kresna dengan lapang dada. Putranya, Raden Samba beserta anak buahnya pun kemudian tewas. Kresna sendiri kemudian memilih menyingkir karena merasa tugasnya di dunia sudah berakhir.

Gandari, Destarata, Dewi Kunti, dan Arya Widura kemudian pergi bertapa. Mereka sudah tua dan ingin menyucikan diri. Akan tetapi tak terduga terjadi kebakaran yang melalap tempat mereka bertapa. Pandawa merasa begitu kehilangan.

Saat Pandawa kembali memerintah, negeri menjadi makmur sejahtera. Kemudian tibalah waktunya mereka merasa kehidupan duniawi sudah tidak menarik. Mereka pun menuju puncak Himalaya.

Drupadi ikut serta. Subadra menangis karena merasa tidak bakal lagi berjumpa dengan suaminya, Arjuna. Arjuna menitipkan Parikesit kepadanya juga di bawah asuhan Baladewa. Nantinya cucu Arjuna yang akan meneruskan tahta Hastina.

Mereka pun berangkat, siap menuju Puncak Hilamaya. Kini bukan karena pengasingan, tapi karena ingin menyucikan diri, lepas dari duniawi.

Tidak mudah menuju Puncak Himalaya. Mereka berjalan terus. Hingga, suatu ketika Drupadi tidak sanggup. Ia pun meninggal. Selanjutnya, satu-persatu Pandawa pun meninggal. Bahkan Bima yang gagah perkasa pun tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Hanya Yudistira yang berhasil menempuh hingga Puncak Himalaya. Di sana Yudistira melihat kondisi adik-adiknya dan bangsa Kurawa yang tidak seperti dugaannya, sebelum kemudian adik-adiknya ikut bersamanya ke alam kekal yang bahagia.

Kisah ini kubaca di komik Mahabarata lawas karya RA Kosasih. Sepertinya ada banyak versi cerita pasca Baratayuda.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 27, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: