Si Sam Lagi Nakal

Si Kiki masih lemas. Ia baru bisa makan sedikit, jalannya masih sempoyongan. Sedangkan si Samsudin sedang ingin nakal. Ia menakuti Kiki, lalu tidur di atas baju yang baru kuangkat dari jemuran. Ia juga menggangguku yang sedang menata isi dompet yang berisi ribuan. Ketika ia kemudian tertidur, aku pun balas dendam.

Kutaruh beberapa uang ribuanku di sekelilingnya yang asyik tidur di atas tumpukan bajuku. Duh padahal baru kucuci, bakal penuh bulu. Si Sam masih asyik tidur. Lalu kufoto, yang membuatnya seperti kucing yang angkuh. Kucing Sultan dengan banyak duit lima ribu, dua ribu, dan seribu.

Lalu kubuat cerita fiksi. Si Samsudin mimpi berbelanja ikan dengan duit. Ia merasa kaya sekali. Tapi ketika uang dibayar ke kasir, ia mau menangis.

Ia hanya dapat ikan salem dan ikan layang masing-masing sekilo, tak lebih. Buat sebulan tak akan cukup, cepat habis. Bahkan untuk kebutuhan seminggu pun, si Sam tak yakin.

Setelah ikan habis, si Sam jadi kucing jelata lagi. Ia meong-meong lagi. Ia mengamen meminta makanan sepiring dengan tatapan memelas sedih.

Si Sam terbangun.. Ia pindah posisi tidur. Sedangkan si Kiki memilih menjauh.. Ia lagi sakit dan si Sam masih nakal dan angkuh. Tak lama Sam kembali tertidur.

~ oleh dewipuspasari pada April 17, 2026.

Tinggalkan komentar