
Hari ini satu Juni
Hari ini Pancasila lahir
Hasil dari gagasan dan diskusi
Dari para cendekiawan dan bapak negeri ini Lanjutkan membaca ‘Sepi Bendera’


Hari ini satu Juni
Hari ini Pancasila lahir
Hasil dari gagasan dan diskusi
Dari para cendekiawan dan bapak negeri ini Lanjutkan membaca ‘Sepi Bendera’

Dalam satu piring besar diletakkan nasi berwarna-warni yang cantik. Kemudian ada tumis cabe hijau. Serta, daging domba dengan bumbu kari yang pekat. Aku bersorak. Perpaduan warna yang indah, putih, kuning, merah, hijau, dan cokelat. Sepertinya masakannya sedap. Nama masakannya adalah nasi kandar Lanjutkan membaca ‘Mencicipi Nasi Kandar di KL Sentral’

Aku masuk dapur dengan wajah bingung. Sepertinya tadi aku sudah menutup kulkas. Kenapa pintu kulkasnya kini agak terbuka ya? Ketika hendak menutupnya kembali, aku melongo melihat kucingku Pang Poko asyik ngadem di dalam kulkas. Lanjutkan membaca ‘Hawa Panas, Pang Ngadem di Kulkas’

Sore itu cuaca cerah. Pengunjung juga tidak terlalu banyak. Banyak yang memilih duduk di lantai dua. Saya memilih bangku di pojokan yang menghadap langsung ke arah sungai dan rerimbunan pepohonan. Hingga matahari terbenam, saya menikmati hawa yang segar dan suasana yang jarang ditemui di Jakarta. Saya pun memesan minuman dan makanan istimewa dari Red Soldadu Riverside, kafe di Jakarta pinggiran. Lanjutkan membaca ‘Red Soldadu, Bersantap Sambil Sesapi Panorama Alam’

Di sebuah novel tentang toko buku yang kubaca, ada bagian cerita tentang menulis surat untuk dibaca saat pergantian tahun. Rupanya Pos Indonesia juga punya program serupa. Mereka menamainya dengan Kapsul Waktu. Lanjutkan membaca ‘Kalian Masih Kirim Kartu Pos?’