Ruang, Tari, Koreografi, dan ‘N Sync

•November 28, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tari pop
Jalanan yang lurus mulus dan dihiasi dengan pepohonan rindang membuatku tubuhku tergelitik. Aku ingin berlari. Tempat-tempat seperti ini seperti menungguku untuk berlari. Demikian pula dengan sebuah ruangan. Ada rupa-rupa ruangan yang membuatku badanku ingin bergerak. Menari bebas. Lanjutkan membaca ‘Ruang, Tari, Koreografi, dan ‘N Sync’

Kisah Para Pencuri dalam Europe on Screen 2020

•November 27, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

EOS kisah para pencuri

Ada tiga film pendek asal Indonesia yang terpilih tayang dalam ajang Europe on Screen 2020. Ketiga film pendek ini adalah pemenang dari Short Film Pitching Project (SFPP) 2019 yang diikuti sekitar 120-an sineas film. Ada satu film yang kutonton hingga tamat yaitu “Kisah Para Pencuri”.

Lanjutkan membaca ‘Kisah Para Pencuri dalam Europe on Screen 2020’

Kucing Bundel

•November 26, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kucing bundel
Dibandingkan kucing ekor panjang, tak banyak kucing ekor pendek yang pernah kupelihara. Pada jaman dulu ketika masih tinggal di Malang, kucingku yang berekor bundel ada si Upik. Lalu yang paling kusayang dan kuingat adalah trio si Dandong, Tung-Tung, dan Bon-Bon. Ketiga kucing ini satu turunan dari Dangdong. Bulunya halus dan agak tebal, jenis anggora kampung. Lanjutkan membaca ‘Kucing Bundel’

Tentang Festival Seratus Persen Manusia

•November 25, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

Festival 100 persen manusia
Selain JAFF, Europe on Screen, dan Festival Film Madani, akan berlangsung Festival Seratus Persen Manusia, lho. Belum lagi Festival Film Jepang alias JFF pada awal Desember mendatang. Seperti apa sih Festival Seratus Persen Manusia? Lanjutkan membaca ‘Tentang Festival Seratus Persen Manusia’

“Skin Ticket”, Tentang Hidup yang Terkungkung?

•November 24, 2020 • Tinggalkan sebuah Komentar

kandang

Akhir-akhir ini aku suka mendengarkan “Skin Ticket”. Lagu Slipknot ini ada di dalam album “Iowa”. ‘Skin Ticket” termasuk lagu yang kurang populer. Ia masih memiliki benang merah dengan tembang-tembang bernuansa ‘dark’ ala Slipknot dengan tema horor dan gangguan mental. Lanjutkan membaca ‘“Skin Ticket”, Tentang Hidup yang Terkungkung?’