Maia VS Mulan
VS 
Diam –diam Maia mengagumi Mulan. Saat suasana senyap, tiba-tiba Maia menyenandungkan lagu Mulan “Makhluk Tuhan yang Paling Sexi”. Senandungnya cukup keras dan membuat pandangan orang-orang di sekitarnya terarah kepadanya.
Untung tidak ada kuli tinta yang mengetahuinya. Untunglah lagi Maia pelantun lagu kondang Mulan itu tidak berembel-embel Estianty melainkan Maia Parisha Putri, ponakanku yang baru berumur tiga tahun.
Saat itu murid-murid playgroup tengah sibuk menata balok-balok. Suasana sepi, mereka serius bekerja. Dengan raut tak berdosa tiba-tiba meluncurlah lirik hits Mulan di bibir mungil Maia. “Akulah makhluk Tuhan yang Paling Sexi..ah..ah..ah”. setelah beberapa detik wajah-wajah teman playgroup-nya bengong, meledaklah tawa. Termasuk guru pengajarnya.
Lagu itu memang gampang ditiru anak-anak. Beat-nya yang riang disukai bocah-bocah tanpa memahami lirik lagunya. Nasibnya sama dengan lagu-lagu semacam “Kamu Ketahuan”, “Kucing Garong” dan “Jablai”. Musik ringan dengan lirik yang dangkal.
Gara-gara kasus Maia, mbakku kemudian berhati-hati menyetel musik di rumahnya. Ia sering memperdengarkan lagu “Diobok-obok” Joshua dan “Nyamuk Nakal” Enno Lerian. Lagu anak-anak jadul yang sulit dicari bandingnya. Tidak perlu jauh-jauh berpikir tentang konsep sekolah internasional. Mungkin sekarang Indonesia lebih perlu lagu anak-anak yang easy listening dengan lirik mendidik.
