Menghirup Kopi Cina di Jambi

Ternyata kebiasaan menyesap kopi tidak hanya milik masyarakat Aceh. Warga Jambi pun mengklaim mereka memiliki kopi yang tidak kalah enak dengan kopi Aceh, Toraja atau Bali.
Sebagai penikmat kopi aku beruntung dapat menikmati kopi Cina yang kata orang-orang mantap. Di Jalan Gatot Subroto berjejer warung kopi. Mereka biasanya juga menyediakan makanan pendamping seperti donat dan mie celor.
Baru beberapa detik kami duduk, minuman itu segera tiba. Warnanya tidak terlalu pekat. Hitam bercampur kecoklatan. Kuhirup uapnya, harum seperti kopi-kopi hitam yang biasa kureguk di Malang. Kusesap sedikit, rasanya tidak terlalu tajam. Sedikit mirip dengan kopi buatan nenekku di Malang. Kopinya agak ringan dan segar. Manisnya juga cukup pas, tidak terlalu manis juga tidak kepahitan.
Kopi Jambi dihidangkan dalam cangkir yang lebih tinggi dibandingkan cangkir biasanya. Namun, lebih kecil daripada mug. Menghirup kopi Jambi memang cocok dikombinasikan dengan donat dan mie celor. Apalagi bila diminum pagi hari atau petang..fuiih sedap.

thin but sweet
Dimana saya bisa beli Kopi Jambi yang tulen? Pernah dapat bingkisan Kopi Jambi dalam kemasan kaleng dan alumunium foil.
Enak dan mantab. Dibanding kopi Sidikalang, yang ini lebih ‘deep’.
Punya resep olahan kopi Jambi?
Salam,
Renu