Gunung Bunder Kisah Tak Sampai
Hujan deras menyurutkan niatku menuju Gunung Halimun. Terlalu riskan, nasihat Lukman. Ia menyarankan kami ke Gunung Bunder yang curug-nya tidak kalah cantik dengan Halimun. Namun, macetnya Cicurug, Cibadak dan Bogor membuat kami kehilangan momen di sana. Rasanya aku harus kembali ke sana suatu hari. Untunglah kami tidak mengambil rute Sukabumi-Sawarna ketika berangkat. Bisa-bisa tidak sampai-sampai ke Sawarna. Rute pulang saja memakan waktu lebih dari enam jam, dan itupun masih di sekitar Lingkar Luar Bogor, fuiih.
Baru pukul 16.00 kami berangkat menuju Gunung Bunder. Supir kami sudah ngebut, namun mobil belakang tidak bisa menandingi sehingga kami terpaksa menunggu. Sambil menggigit bibir aku melirik jam. Rasanya pupus harapanku, melihat matahari terbenam tepat di sana.
Aku tidak terlalu kecewa. Awan masih memerah dan matahari masih bersinar. Pemandangan menuju Gunung Bunder sangat indah. Seperti menuju Air Terjun Coban Randa di Batu, minus jurang.
Kami tiba di sana tepat matahari telah tidur. Untuk mengurangi kekecewaaan kami melihat air terjun terdekat. Aku bayangkan alangkah indahnya curug ini seandainya matahari masih bersinar.Maybe someday.


mana foto matahari terbenamnya?
wes ga kethok….kasep
ketinggalan..udah gelap