Kecewa dengan Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon

Pasukan garuda

Pasukan Garuda terkenal sebagai pasukan perdamaian yang disukai dan segani oleh masyarakat di daerah konflik dan oleh pasukan dari PBB lainnya. Sejak dulu saya menyukai dan kagum akan kiprah para prajurit pilihan ini. Saat filmnya diputar saya pun penasaran. Sayangnya film ini jauh di bawah ekspektasi. Bukannya film tentang aksi pasukan Garuda, film ini malah mengumbar drama percintaan yang sungguh menyebalkan.

Kisah berfokus pada Kapten Satria Pratama (Rio Dewanto) yang ditugaskan sebagai pasukan Garuda ke Lebanon. Awalnya ia hendak menikah dengan kekasihnya, Diah (Revalina S. Temat). Keduanya pun mengundurkan pernikahan, menunggu Satria kembali dari tugas.

Satria dan para prajurit lainnya cepat beradaptasi dengan kondisi dan masyarakat setempat. Pasukan Garuda selain menjaga perdamaian juga banyak melakukan kegiatan sosial dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Di sana mereka berkunjung ke sebuah sekolah, Satria tertarik dengan anak perempuan bernama Salma yang asosial dan enggan berbicara.

Lama-kelamaan ia juga akrab dengan pengajar dan ibu Salma, Rania (Jowy Khouri) Kedekatan itu membuat desas-desus dan terdengar oleh Diah. Diah sendiri juga sedang didekati oleh Andri (Baim Wong) yang seorang pengusaha sukses.

Pasukan garuda lebanon

Serempat film saya masih mengapresiasi. Saya suka bagaimana pengenalan sosok pasukan Garuda ke para penonton. Bagaimana mereka mempersiapkan dengan baik sebelum berangkat ke wilayah tugas. Juga ada beragam konflik pribadi yang dialami prajurit, seperti meninggalkan istrinya yang sedang hamil, memilih menikah atau menjalankan tugas dan sebagainya.

Pasukan Garuda lebanon

Saat itu saya berpikiran positif drama romansanya hanya sempilan, bukan fokus cerita, meskipun saya agak was-was dengan adanya kata ‘heart’ di judul. Namun, setelah upaya Satria yang begitu kukuh ingin menyembuhkan Salma saya mulai was-was. Ooh ini alarm cerita bakal bergeser ke drama. Dan ternyata tiga perempat cerita malah berfokus ke masalah cinta-cintaan semata. Antara Diah dan Satria juga Satria dan Rania, serta tambahan tidak penting dari Diah dan Andri. Untuk yang terakhir ini nampak dipaksakan.

Sayang padahal pasukan Garuda berpotensi menjadi sebuah film yang baik. Tapi memang dasar ceritanya kurang kuat, kisah pasukan Garudanya kurang tergali dengan baik. Padahal prestasi pasukan Garuda di Lebanon cukup baik juga memiliki markas yang unik dan menarik perhatian pasukan PBB lainnya, dimana di film ini tidak semuanya ditampilkan.

Dari segi visualisasi, CGI-nya kurang bagus. Editing-nya kurang halus. Ada beberapa adegan yang seperti tempelan, kurang menyatu.

Untunglah masih ada komedian Boris Bokir yang mencairkan cerita sehingga film tidak begitu datar dan membosankan.

Film pasukan garuda

Detail Film:
Judul : Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon
Sutradara : Benni Setiawan
Pemeran: Revalina S. Temat, Rio Dewanto, Deddy Mizwar, Baim Wong, Boris Bokir, Yama Carlos, Jowy Khouri
Genre : Drama
Rating : 6,5/10
Gambar dari 1 | 2

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 16, 2016.

Satu Tanggapan to “Kecewa dengan Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon”

  1. mantap penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: