Lebaran Lebih Baik: Sederhana dan Hangat

handshake-istockphoto

Lebaran tahun ini menyisakan kesan yang mendalam dan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Saya berjumpa dengan sanak saudara yang sudah dua tahun terakhir ini tidak saya temui. Rasa kangen pun terobati. Nilai lebih lainnya lebaran kali ini saya lebih bijak menggunakan uang sehingga lebaran tidak terkesan sebagai ajang foya-foya dan glamour, melainkan dirayakan secara sederhana namun tetap memberi makna.

Sejak bulan April kami berdua sudah sepakat untuk berlebaran di kampung halaman saya, di kota Malang. Awalnya kami bingung memutuskan, apakah menggunakan kendaraan pribadi, pesawat, atau kereta. Apalagi suami belum memastikan kapan ia bisa cuti. Setelah mempertimbangkan sana sini akhirnya kami menggunakan armada kereta.

Kami mulai merencanakan kebutuhan merayakan lebaran dan menganggarkan biayanya. Tahun ini kami ingin berlebaran dengan sederhana. Tidak ada anggaran untuk mengecat rumah. Kami berdua kerja bakti membersihkan halaman dari rumput liar dan merapikan taman sehingga lebih enak dipandang.

Tahun ini juga tidak ada baju baru. Suami mengenakan pakaiannya yang masih bagus dan terawat untuk hari lebaran. Pakaian itu dibelinya pada awal tahun. Masih seperti terlihat baru. Toh hanya mereka yang iseng menanyakan pakaian yang kita kenakan itu baru atau baju lama. Saya sendiri mengenakan baju yang diberikan oleh bibi. Baju itu tidak cukup dikenakan puterinya sehingga diberikan ke saya. Masih baru dan asyiknya saya tidak perlu keluar biaya.

Kami juga tidak lagi lapar mata membeli ini itu untuk konsumsi lebaran. Sebagai gantinya kami membeli kebutuhan sembako dan sirup untuk kemudian dibagikan ke mereka yang lebih memerlukan.

Tidak ada baju baru, rumah tetap dengan cat lama, dan kue-kue kering pun secukupnya, namun saya lebih berbahagia dan lebih hangat. Tahun ini akan menyenangkan karena kakak perempuan juga merayakan hari pertama lebaran di Malang.

Dan memang benar suasana lebaran ini lebih baik dibandingkan sebelumnya, dimana kami tidak pulang ke kampung halaman. Setelah usai sholat Id dan bersalaman dengan para tetangga, kami berkumpul bersama sanak saudara. Ada paman bibi, para sepupu, dan para keponakan yang asyik berlari kesana kemari setelah menerima angpao.

Kami menyantap hidangan makan siang dan es podeng yang kami siapkan sendiri malam sebelumnya. Ada ketupat, opor ayam, sayur labu siam, telur petis, dan sambal goreng kentang yang kami masak bersama-sama. Keponakan pun membantu membuat ketupat.

Tidak ada tart es krim juga tidak ada makanan yang mahal berlimpah. Yang penting kumpul-kumpul bersama keluarga.

Oleh karena lebaran kali ini hemat, kami bisa menyisihkan uang THR untuk ditabung. Untuk sementara kami masukkan ke pasar uang sambil membaca investasi dan asuransi yang cocok bagi kami di laman Sun Life Financial (www.sunlife.co.id). Ada banyak pilihan berinvestasi, tapi kami pikirkan dulu masak-masak sambil memperhatikan kondisi ekonomi saat ini.

Produk Sunlife Financial (sumber: www.sunlife.co.id)

Produk Sunlife Financial (sumber: http://www.sunlife.co.id)

sumber cover: istockphoto

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 21, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: