Pubertas di Usia 7 Tahun, Normalkah?

Pubertas

Setiap manusia baik wanita maupun pria mengalami masa pubertas sebelum menginjak dewasa. Tetapi ada pula yang mengalami gangguan pertumbuhan sehingga mengalami pubertas dini atau pubertas yang terlambat. Bagaimana mengetahui gejala gangguan tersebut?

Untuk mengetahui gangguan pertumbuhan tersebut, kita tentu harus paham fase pertumbuhan anak hingga dewasa. Juga apa saja yang mempengaruhinya. Hal ini dibahas dalam program edukasi kesehatan yang diadakan Brawijaya Clinic di Mal FX, Sudirman, dengan tema Waspada Kelainan Pertumbuhan pada Anak dan Remaja Anda.

Dokter spesialis anak Frida Soesanti menjelaskan bahwa gangguan pertumbuhan yang umumnya ditemui adalah perawakan pendek, obesitas, dan pubertas dini/terlambat. Pertumbuhan ini dipengaruhi hormon pertumbuhan dan hormon tiroid.

Seorang anak bisa dianggap mengalami gangguan pertumbuhan perawakan pendek apabila di antaranya keluarganya tidak ada yang bertubuh pendek oleh karena setiap anak membawa potensi genetik dari kedua orang tuanya. Jika pertumbuhan si anak lambat dan di bawah rata-rata anak seusianya ia perlu waspasa. Seperti anak usia empat tahun tingginya umumnya dua kali panjang lahir atau berkisar satu meter. Hormon yang berpengaruh adalah tiroid dan endokrin, juga bisa dikarenakan kelainan skeletal.

Untuk mengetahui apakah si anak mengalami obesitas maka orang tua juga perlu mengetahui berat rerata anak. Misalnya 30 kilogram saat anak berusia 10 tahun. Sehingga ketika berat badannya tidak proporsional dengan tinggi badannya serta melebihi berat rerata maka orang tua juga perlu memberikan perhatian lebih ke si anak.

Nah untuk pubertas perubahannya dari hormonal dan fisik baru ke perubahan psikologis. Tujuan akhir dari pubertas adalah menyiapkan sistem reproduksi dan fertilitas.

Pada anak perempuan, pubertas terjadi pada usia 8-13 tahun. Tahapan pubertas ini dialami dari pembesaran payudara, tinggi badan yang meningkat, pertumbuhan pubic hair, dan sekitar dua tahun kemudian si anak mengalami menstruasi.

Anak pria umumnya mengalami masa pubertas pada usia 9-14 tahun. Sama dengan wanita tahapannya dari hormonal baru ke fisik. Yaitu dimulai dari peningkatan volume testis, pertumbuhan pubic hair, peningkatan tinggi badan, dan kemudian mengalami emisi nocturnal.

Pubertas dini

Namun ada kalanya ada yang mengalami pubertas dini sebelum usia tersebut dan bisa jadi ada yang mengalami minder karena pubertas terlambat. Nah jika anak-anak mengalami tahapan pubertas di luar kurun waktu tersebut, seperti anak perempuan sudah tumbuh payudara pada usia tiga tahun, maka orang tua perlu waspada dan melakukan konsultasi sebelum terlambat. Konsultasi bisa berupa terapi hormon, konsultasi psikologik dan lainnya bergantung pada cek medis terlebih dahulu.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 2, 2016.

2 Tanggapan to “Pubertas di Usia 7 Tahun, Normalkah?”

  1. Wah.. pubertas dini atau pubertas lambat sama2 perlu diwaspadai ya.. berarti kita sbg ortu jg perlu perhatikan kandungan gizi pd makanan ya.. agar pertumbuhan anak normal dan wajar. Salam kenal mbak.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: