Seiris Kisah

Rebusannya jauh lebih sedap daripada yang kubayangkan. Sepertinya batang serai yang membuat kuahnya jadi berbeda. Rasanya jadi ala-ala tom yang, tanpa aroma dan rasa jeruk.
Ya, aku lagi malas makan. Kurebus dua butir telur. Sambil menunggu matang, kucincang bawang putih dan bawang merah. Kumasukkan ke dalam rebusan air.
Kutambahkan irisan tomat merah. Lalu batang serai kucemplungkan. Tak lupa bubuk cabe merah, sedikit gula, dan lada. Ooh bubuk cabenya aku lupa itu level tertinggi, gawat agak kebanyakan.
Menyusul kemudian jamur enoki kuceburkan ke dalam kuah yang mulai panas setelah kubersihkan. Dua jenis bakso dengan kompak memberikan nyawanya. Terakhir adalah telur rebus yang sudah matang dan kulitnya sudah kukupas. Lengkap, panci kututup rapat dengan api kecil menyala.
Sudah matang. Waktunya makan malam.
Ooh rebusannya sedap. Jauh lebih sedap dari yang kuperkirakan. Ini semua berkat aroma serai dan kekompakan semua bahan. Hanya pedasnya bukan kepalang.
Huahhhhh ini pedas dan panas. Aku seperti terkena kutukan naga. Kerongkonganku jadi berasa memiliki lava, siap kusemburkan ke musuh utama.
Ya ya ya ini semua gara aku lupa level kepedasan si cabe bubuknya. Kutambah air matang, eh masih pedas. Aku sampai menangis, hidungku berair, tapi ini betulan nikmat. Aku tak mengada-ada.
Bumbunya ringan, tapi terasa selaras dengan serai dan lada menyatukan semuanya. Bakso, jamur enoki, dan tomat memberikan kontribusi tekstur dan rasa.
Telur rebus jadi raja di rebusan ini. Ketika kuning telur berpadu dengan kuahnya, oh sedap sekali.
Meski begitu pedas, aku menghabiskan kuahnya. Sistem pencernaanku jadi hangat. Mungkin sedikit tersiksa meski juga bahagia.
Omong-omong selepas makan tadi ada drama kecoa. Bukan cuma satu tapi dua. Aku hampir dikeroyok mereka. Menakutkan.
Aku terdesak. Kucing Momo ibarat pangeran berkuda putih, datang memberi bantuan. Ia langsung melumpuhkan satu kecoa. Lainnya kabur dengan ketakutan. Menang
Sepertinya kecoa muncul karena sampah di luar tak kunjung diangkut petugas. Aku merasa gelisah. Ada masalah pengangkutan sampah belakangan. Aku resah karena jika sampah menumpuk bakal mengundang lalat dan kecoa.
Aku sudah melalui berbagai drama hari ini. Setidaknya rebusan sedap membuatku tersenyum hepi. Tinggal satu pekerjaan sulit sebelum hari ini berakhir. Aku harus memberi obat Kiki dua obat berukuran lumayan dan sungguh pahit. Bakal ada drama panjang penuh perlawanan, disertai tendangan dan wajah memelas seperti terkhianati.
