Temaram
Lepas matahari terbenam, penerangan bermasalah. Jadilah mati lampu lokal. Satu gardu padam semua. Aku terkena apesnya.
Saat-saat begini aku menyesal tak mengisi daya. Tadi sesampai rumah, aku malah sibuk menyiapkan makan malam. Baterai hape hanya tinggal tujuh persenan.
Kuberanikan diri masuk ke dapur yang gelap. Kucing-kucing menemani dengan setia. Kunyalakan api agar lilin menyala. Enam lilin rasanya cukup terang untuk tahap pertama.
Kutaruh lilin di beberapa tempat. Wah rumahku jadi seperti tempat ritual. Banyak kucing dan banyak lilin, tinggal mantra dan kami akan ciptakan mejik yang dahsyat.

Hujan masih turun dengan gagahnya. Aku memikirkan kapan lampu akan menyala. Ehm biarkan saja, mungkin sudah waktunya aku hanya duduk bermain bersama kucing di malam temaram.
