Yuk Pilih Minuman Sesuai Aktivitasmu!

ngobras

Sedikit-sedikit minum minuman isotonik, padahal cuma duduk manis di ruangan ber-AC. Ada juga yang rajin meneguk minuman berenergi saat berkendara agar tidak mengantuk. Benarkah minuman tersebut cocok bagi tubuh? Yuk kenali lebih dalam tentang aneka minuman yang ada di sekeliling kita sehingga aman dan bermanfaat bagi tubuh.

Saat ini beredar berbagai jenis minuman di sekeliling kita. Ada yang menyebut dirinya minuman isotonik, ada juga minuman hipotonik, dan juga ada minuman hipertonik. Duh apa sih perbedaan ketiga jenis minuman tersebut?

Sebagai konsumen cerdas, kita perlu mengetahui fungsi dari zat dan nutrisi yang ada di tiap minuman tersebut, agar tubuh bisa mendapatkan manfaat dari minuman tersebut dan tentunya yang terpenting juga aman bagi tubuh. Jangan sampai rajin menengak jenis minuman tertentu kemudian fungsi salah satu organ tubuh malah bermasalah.

Cairan sendiri merupakan nutrisi yang paling diperlukan oleh manusia. Kita bisa menahan lapar beberapa hari, tapi kita tak akan bisa bertahan lama tanpa air. Apa saja fungsi air?

Air bukan hanya untuk mengatasi rasa haus dan mengantisipasi dehidrasi. Cairan juga diperlukan tubuh untuk membuang racun dan sisa makanan, mengatur suhu tubuh, membantu sistem pernafasan, menjaga kelembapan dan tekstur kulit, serta melancarkan aliran darah dengan menjaga volume darah dan mengatur sistem kardiovaskular. Air bukan sesuatu yang bisa diabaikan, karena air bagian dari tubuh, jelas dr Elvina, M.Sc., Sp.GK, Ph.D, Direktur Micronutrient Initiative dalam Forum Ngobras bekerja sama dengan Wings Food “Kenali Manfaat 7 Ion untuk Aktivitas Sehari-hari” di Penang Bistro Kebon Sirih (29/3).

Saat tubuh kekurangan cairan maka tubuh mengeluarkan sinyal berupa rasa haus. Yang terjadi pada tubuh yang memicu rasa haus sebenarnya adalah proses keluarnya cairan tanpa diikuti keluarnya natrium (Na). Hal ini menyebabkan cairan dari sel kemudian masuk ke pembuluh darah.

Pengeluaran cairan sendiri bisa melalui keringat, uap nafas, dan urine. Apabila suhu di luar tinggi dan aktivitas tubuh berat maka volume pengeluaran cairan dari tubuh akan lebih besar. Untuk menilai kadar cairan tubuh itu kita bisa melihatnya dari warna urine saat bangun tidur di pagi hari. Yang normal adalah warna urinenya jernih. Sedangkan apabila warna urinenya pekat, dari kuning tua hingga cokelat maka bisa jadi hal ini disebabkan kekurangan cairan.

kadar hidrasi

Cairan yang keluar dari dalam tubuh ini harus diganti agar tubuh tetap dapat melakukan mekanismenya dengan baik. Cairan yang keluar dari dalam tubuh ini disebut dehidrasi, tingkatannya mulai dari ringan hingga berat.

Pengeluaran cairan tubuh masuk dehidrasi ringan apabila terjadi pengurangan cairan kurang dari lima persen dari berat badan. Pada kategori ini cairan diganti lewat mulut seperti proses minum air pada umumnya. Untuk memudahkan penyerapan cairan maka pilihlah minuman yang suam-suam dingin yakni suhunya berkisar 10-15 derajat celcius. Jadi airnya tidak terlalu dingin juga tidak panas.

Apabila cairan yang keluar 5-10% dari berat badan tubuh dan lebih dari 10% maka masuk kategori dehidrasi sedang dan berat. Jika sudah masuk kedua kategori ini maka proses penggantian cairan tubuh ini harus melalui infus agar langsung ke pembuluh darah. Nah yang perlu diwaspadai dehidrasi ringan bisa berubah menjadi dehidrasi sedang dan berat saat diare atau muntaber pada anak-anak.

Dehidrasi juga bisa dikategorikan berdasarkan perbandingan air dan natrium yang keluar dari dalam tubuh. Apabila air yang lebih banyak hilang daripada natrium maka disebut hipertonik, sebaliknya disebut hipotonik. Jika jumlah yang hilang sama antara air dan natrium maka disebut isotonik.

Minuman vs Dehidrasi
Minuman di sekeliling kita bisa dibedakan menjadi air biasa atau air mineral serta minuman hipotonik, isotonik, dan hipertonik. Disebut minuman hipotonik apabila kadar elektrolit Na dan karbohidratnya rendah, sekitar 2-3 persen. Sedangkan disebut minuman isotonik apabila konsentrasi minumannya sama dengan tubuh. Sementara minuman hipertonik memiliki konsentrasi substansi dan karbohidrat tinggi, yaitu berkisar 10 persen.

Lantas bagaimana kita memilah minuman yang cocok bagi tubuh? Kita lihat dulu dari aktivitas kita, apakah aktivitas kita ringan seperti lebih banyak duduk di belakang meja, ataukah lebih banyak aktivitas fisik yang membuat tubuh berkeringat?

Saat tubuh mengeluarkan sinyal haus kita bisa menggantinya dengan air putih biasa. Jika kita berolah raga seperti lari dan berkeringat, maka bisa meneguk minuman hipotonik atau isotonik yang cepat diserap usus. Ada perbedaan di antara keduanya, minuman hipotonik tidak menambah karbohidrat. Sedangkan isotonik juga dapat menggantikan elektrolit dan menambah asupan karbohidrat. Sehingga apabila olah raganya menghasilkan keringat banyak maka isotonik lebih memadai.

Apabila melakukan aktivitas olah raga berat seperti latihan kardio dimana intensitasnya sekitar 76% dari heart rate maksimal maka lebih pas meminum minuman hipertonik atau yang biasa disebut minuman berenergi. . “Namun, minuman jenis ini tidak dapat digunakan untuk rehidrasi,” tegas dr. Elvina. Sehingga seseorang tetap memerlukan air putih untuk mengganti cairan yang hilang. Hal ini dikarenakan minuman hipertonik memiliki konsentrasi substansinya yang pekat, sehingga pengosongan lambung dan penyerapan air berjalan lambat. Cairan tubuh akan menjadi pekat dan malah akan memperberat dehidrasi, jelas dr Elvina.

Tujuh Ion dan Manfaatnya Dalam Tubuh
Apa itu ion? Ion merupakan elektrolit yang larut dalam air. Ada kation yang positif seperti Kalium (K), Kalsium (Ca), Natrium (Na) dan Magnesium (Mg), ada juga anion atau elektrolit negatif berupa Klorida, laktat, dan sitrat. Fungsi ion ini untuk mengatur kerja metabolisme tubuh.

Saat cuaca panas dan setelah melakukan aktivitas berat, ion dalam tubuh ini perlu diganti. Ion ini bisa didapatkan dari minuman isotonik juga bisa melalui makanan pada kegiatan sehari-hari. Makanan yang kaya elektrolit umumnya adalah daging dan seafood.

Mereka yang kekurangan ion bisa mengalami kram saat berolah raga, selain tentunya karena kurang pemanasan. Untuk itu selama dan setelah berolah raga maka perlu menjaga asupan cairan dan elektrolit, jelas dr. Grace Tumbelaka, Sp.KO, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga.

gambar dari Forum Ngobras

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 4, 2016.

Satu Tanggapan to “Yuk Pilih Minuman Sesuai Aktivitasmu!”

  1. […] isotonik dan manfaat ketujuh ion dalam tubuh telah teruraikan dalam artikel sebelumnya (baca di sini). Intinya minuman isotonik berbeda dengan minuman energy drink dari komposisi. Minuman isotonik […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: