Bijak Memilih Minyak Goreng, Badan Tetap Sehat

ikan-goreng

Di meja terhidang tempe kemul, tahu goreng, ikan goreng, sambal terasi, dan tumis tauge, juga sepiring pisang dan cempedak goreng. Ternyata setiap makanan tersebut memiliki benang merah, yaitu menggunakan minyak goreng. Bahkan sayuran berupa tumisan pun tak terpisahkan dari peran minyak goreng. Wah kira-kira sudah berapa banyak nih minyak goreng yang saya konsumsi perharinya?

Mengapa saya perlu menghitung konsumsi minyak goreng? Oleh karena konsumsi minyak goreng ternyata berpengaruh terhadap kesehatan badan, begitu juga kualitas minyak goreng tersebut.

Apakah Kalian pernah mendengar jika masakan rumah merupakan salah satu the silent kiler? Saya sendiri juga sedikit terkejut dan menjadi was-was dengan kesehatan makanan yang saya masak selama ini. Hemmm…apakah masakan saya selama ini sehat atau malah membahayakan bagi kesehatan saya dan pasangan?

Udang goreng kremes juga memasaknya menggunakan minyak goreng

Udang goreng kremes juga memasaknya menggunakan minyak goreng

Dalam rangka memperingati hari gizi nasional, minyak goreng Sunco mengundang para blogger, media dan para mahasiswa juga sahabat baik Sunco menghadiri simposium dengan tema “Makanan Rumah, The Silent Killer?”. Acara diadakan pada Rabu, 25 Januari di Auditorium Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Narasumber yang hadir adalah dr. Tirta Prawita Sari dari Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Entos Zainal, DCN, SP, MPHM, Sekretaris Jenderal Persatuan Ahli Gizi (Persagi), Theresia Irawati dari Kementerian Kesehatan, dan Brand Ambassador Sunco yaitu Christian Sugiono, juga Mulina Wijaya, deputy marketing manager Sunco. Acara dimoderatori oleh M. Dzulkifli.

Aneka permainan dulu biar peserta semangat

Aneka permainan dulu biar peserta semangat

Acara diawali dengan kontes selfie paling banyak yang diikuti lima peserta selama duapuluh detik dan kuis menjawab pertanyaan tercepat. Selain pemberian materi dan tanya jawab, acara juga dimeriahkan dengan demo masak dan tes organoleptik yakni dengan mengecap saru sendok minyak goreng.Jika tidak berasa atau rasanya seperti air maka itu pertanda minyak goreng yang baik.

Masakan di rumah selama ini dianggap jauh lebih sehat dibandingkan masakan di luar. Namun tidak semua masakan rumah itu baik bergantung, pada bahan dan cara memasaknya.

Selama ini sebagian besar masakan di rumah tidak jauh-jauh dari minyak goreng. Dari menggoreng, menumis, termasuk mengolesi loyang, semuanya rata-rata menggunakan minyak goreng.

Sambal rebon juga pakai minyak

Sambal rebon juga pakai minyak

Masih ada persepsi di masyarakat bahwa semua minyak goreng sama saja dan bisa digunakan berulang-ulang. Padahal jika minyak goreng digunakan berulang maka zatnya sudah berubah menjadi berbahaya.

Sebelum membahas lebih detail tentang lemak dan minyak, Dr. Entos Zainal, DCN, SP, MPHM, Sekretaris Jenderal Persatuan Ahli Gizi (Persagi) menjelaskan tentang gizi dan peranannya bagi syaraf dan kesehatan badan. Menurut ia ada hubungan antara gizi, syaraf tubuh, dan kesehatan badan.

Dr. Entos menjelaskan tentang keterkaitan gizo dan kesehatan juga kecerdasan

Dr. Entos menjelaskan tentang keterkaitan gizo dan kesehatan juga kecerdasan

Kita hidup digerakkan oleh sel syaraf kita. Bagaimana anak-anak kita punya sel syaraf cukup, lengkap dan berfungsi dengan baik sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan diperlukan gizi yang cukup. Sel syaraf dibentuk dari protein, zat gizi, hormon dan sebagainya. Agar protein membelah diri dengan cepat perlu energi. Untuk sumber energi itu diperlukan karbohidrat dan juga lemak yang merupakan pelarut atau medium transportasi vitamin A, D, E dan K.

Lemak bisa berasal dari daging juga bisa dari minyak goreng.
Misalnya, ubi merah yang kaya betakaroten, dengan proses digoreng terlebih dahulu maka terserapnya betakaroten lebih cepat daripada disantap langsung karena ada faktor lemak. Untuk itu sah-sah saja menggunakan sumber lemak seperti minyak goreng yang pastinya memenuhi kriteria yang baik. Pada kesempatan ini Entos juga menjelaskan peranan gizi pada ibu hamil untuk melahirkan generasi unggul yang sehat dan cerdas.

Theresia dari Kemenkes menjelaskan pola hidup sehat

Theresia dari Kemenkes menjelaskan pola hidup sehat

Selanjutnya, Theresia Irawati, SKK, M. Kes, yang menjabat Kasi Kemitraan Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI menuturkan bahwa sejak tahun 2010 terjadi peningkatan penderita penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi, jantung, stroke, kanker, kencing manis dan sebagainya dikarenakan pola makan yang salah dan gaya hidup modern yang seringnya asyik sendiri dan malas bergerak.

Theresia membawakan materi tentang Gula, Garam dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Menurutnya selain berolah raga, istirahat cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, dan menjaga lingkungan tetap bersih, masyarakat perlu mengatur pola makan, salah satunya membatasi konsumsi gula, garam dan lemak juga jangan luoa untuk menyantap buah dan sayuran. Berdasarkan Permenkes No 30 Tahun 2013, batas mengonsumsi gula, garam, dan lemak yaitu masing-masing 4 sendok makan, 1 sendok teh, dan 5 sendok makan alias G4-G1-5L.

Batas Konsumsi Gula. Garam dan Lemak

Batas Konsumsi Gula. Garam dan Lemak

Dari praktisi kesehatan, dr Tirta Prawita Sari, menambahkan tentang jenis minyak. Ada unsaturated dan saturated yang berasal dari alam dan trans yang bersifat sintetis. Minyak unsaturated (tidak jenuh) contohnya minyak ikan yang tidak stabil pada pemanasan dan bersifat likuid meski pada suhu kamar. Minyak jenuh bersifat sebaliknya, contohnya minyak kelapa dan minyak sawit. Kedua minyak alami ini tidak berhubungan dengan penyakit jantung.

Beda lemak jenuh dan tak jenuh

Beda lemak jenuh dan tak jenuh

Di dalam minyak kelapa terdapat komponan yang sehat. Minyak kelapa berdasar penelitian tidak berkaitan dengan kolesterol jahat. Sehingga di Amerika minyak kelapa tidak lagi terlalu dibatasi, melainkan gula sederhana dan karbohidrat yang sumber utama obesitas dan penyakit degeneratif lainnya.

Yang berbahaya adalah minyak trans atau minyak yang artifisial. Contohnya adalah minyak sayur dan margarine. Untuk itu sebaiknya untuk memasak lebih baik menggunakan minyak kelapa atau minyak sawit daripada minyak sayur ataupun margarine.

Dokter Tirta menjelaskan tentang minyak

Dokter Tirta menjelaskan tentang minyak

Dokter Tirta juga mengingatkan agar jangan menggunakan minyak sampai mendidih dan berubah warna karena pertanda sudah mengalami oksidasi. Jika minyak sudah rusak maka bisa berisiko terkena kanker. Jika sudah berubah warna, maka sebaiknya langsung diganti yang baru.

Sementara itu menurit Mulina Wijaya, deputy marketing manager Sunco kualitas minyak goreng selama ini jarang diperhatikan masyarakat. Padahal kelebihan makanan berminyak tidaklah baik bagi kesehatan. Minyak yang baik memenuhi berbagai kriteria. Bisa dilihat dari wujudnya yaitu lebih cair, sehingga sedikit menempel pada makanan dan mudah ditiriskan, bening, tidak mudah beku, dan tidak membuat tenggorokan tidak nyaman alias gatal.

Minyak Sunco

Ia paham masyarakat Indonesia susah meninggalkan minyak goreng dan goreng-gorengan. Dengan adanya minyak goreng yang lebih encer akan membuat minyak yang menempel di makanan jadi lebih sedikit sehingga minyak yang dikonsumsi akan lebih sedikit.

Menutup sesi sebelum tanya jawab, Christian Sugiono sebagai brand ambassador Sunco bercerita bahwa ia menjalani kehidupan yang sibuk setiap harinya baik sebagai entertainer maupun pengusaha. Ia menjaga kesehatan dengan istirahat dan makan cukup. Untuk makanan, ia mulai menjaga termasuk masalah lemak, apalagi sudah mencapai usia kepala tiga dengan diimbangi olah raga. Satu minggu biasanya lari di treadmill atau berenang karena bisa dilakukan sendirian. Selain sehat, mood jadi enak.

Christian Sugiono

Wah karena lemak dibatasi lima sendok makan perhari, jadi makin hati-hati dalam memasak. Setidaknya tidak semua masakan digoreng, sayuran sekali-kali cukup direbus saja agar lebih sehat. Ikan juga bisa dibuat sop, toh rasanya juga tetap lezat.

Menyantap gorengan sah-sah saja asalkan secukupnya dan minyaknya aman.

Menyantap gorengan sah-sah saja asalkan secukupnya dan minyaknya aman.

Informasi lebih lanjut tentang Sunco #MinyakGorengBaik #DikitNempel di Makanan bisa didapatkan di websitenya atau di fanpagenya Sunco Indonesia. Sedangkan resep sehat memasak bisa dilihat di
website resep sehat.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 25, 2017.

2 Tanggapan to “Bijak Memilih Minyak Goreng, Badan Tetap Sehat”

  1. Apalagi klo wiken, aku rutin bikin gorengan buat cemilan kelg. Makasi sharingnya mba, jd tau, harus cari alernatif ngolah makanan biar ga sll yg berminyak pokonya ya

    • Aku baru ngeh ada banyak makanan di sekelilingku pakai minyak. Tumis sayuran, bikin gongso juga sambal juga lebih sedap pakai minyak hehehe. Aku juga belajar untuk mengurangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: