Ketika Mulai Sunyi

Ketika mulai sunyi, sisi diriku yang lain menguasai. Topeng diriku yang ceria dan bersemangat terlepas, berganti sosokku yang melankolis dan sering overthinking. Apa yang harus kulakukan agar Momo dan Konyel kembali?!
Sudah lewat sepekan mereka hilang. Aku masih gelisah. Hatiku masih berongga, meski sempat sedikit tertutup oleh rasa senang ketika bersama pasangan, atau bermain bersama kucing lainnya.
Aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Hanya berharap mereka kembali pulang ke rumah.
Bukan, bukan hanya menutup rasa bersalah. Namun, diriku betul-betul merindukan mereka. Aku masih ingat dengusan nafas Momo yang kadang berat terdengar. Juga caranya menjilat makanan di jemari tangan.
Aku juga merindukan Konyel yang berlari histeris menyambutku. Gigitan dan cakaran manjanya sedikit menyakitkan dan mengejutkan, namun kurindu.
Aku tak tahu apakah harapanku masih didengar oleh Tuhan dan semesta. Andai kata mereka telah menyeberang ke jembatan pelangi, aku ingin menitipkan pesan, aku sayang Momo dan Konyel. Maafkan aku karena kurang sayang dan kurang melimpahkan perhatian ke kalian berdua. Apabila kalian kembali ke dunia dengan wujud lain, sapa aku ya.
