Bekerja Bersama untuk Berkontribusi Bagi Negeri

Bekerja bersama-sama bakal lebih ringan dibandingkan kerja sendirian. Memang ada beberapa pekerjaan tertentu seperti dunia tulis-menulis yang bisa dan mungkin bagi sebagian orang lebih enak dikerjakan sendirian, tapi bagaimana untuk pekerjaan yang berat atau bermodal besar? Bekerja bersama adalah jawabnya.

Tahun ini Indonesia merayakan hari jadi ke-72. Usia yang sangat matang dimana seharusnya Indonesia bisa lebih baik, lebih sejahtera rakyatnya, dan lebih maju dibandingkan kondisi sebelumnya. Tapi rupanya untuk menuju cita-cita bangsa Indonesia yang terungkap dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tidak mudah, perlu kepercayaan dan partisipasi dari segala komponen bangsa, dari para pemimpin, lembaga juga peran serta masyarakat.

Tujuan bangsa Indonesia termaktub dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945. Yaitu, membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Hingga saat ini keempat tujuan berupaya untuk dicapai. Ada yang telah sebagian dicapai dan diupayakan seperti melaksanakan ketertiban dunia, dimana utamanya adalah kawasan Asia Tenggara. Ada banyak tantangan di dalamnya seperti bagaimana agar konflik di Philipina tidak meluas dan masuk ke Indonesia.

Hal tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak militer, namun juga perlu peran aktif dari masyarakat, terutama yang tempat tinggalnya di perbatasan. Misalnya, segera melaporkan jika ada oknum yang mencurigakan dan melakukan provokasi untuk memecah-belah masyarakat.

Peringatan 72 Tahun Indonesia Merdeka
Indonesia merdeka bukan lewat pemberian. Selama berpuluh-puluh tahun hingga berabad-abad Indonesia berharap kembali menjadi negeri yang merdeka, tidak terpasung oleh kekuatan negara lain. Untuk itu mereka rela mengorbankan harta dan nyawanya demi meraih kemerdekaan tersebut.

Sebagai generasi yang tinggal menikmati kemerdekaan, sudah waktunya untuk membalas jasa budi para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan. Mengisi kemerdekaan bisa dengan memberikan kontribusi positif bagi negeri.

Tahun ini aku mengikuti upacara bendera di Kebun Teh Malabar yang berlokasi di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat. Upacara berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Wah sudah lama aku tak mengikuti peringatan kemerdekaan yang sederhana juga meriah. Bak pesta rakyat. Ada pawai, makan gratis, pasar dadakan dan juga aneka lomba seperti panjat pinang yang berlangsung seru. Aku merasa gembira juga terharu menikmati perayaan tersebut. Apalagi pesertanya lintas generasi, ada anak-anak hingga kakek-nenek. Mereka juga menikmati pesta rakyat tersebut dengan gembira.

Atribut arak-arakan itu mereka buat sendiri dengan suka cita. Ada ibu-ibu yang memainkan drumband dari kaleng bekas. Ada juga yang memanfaatkan motor dan merombaknya dengan hiasan unik yang dibuat dengan gotong-royong. Anak-anak tak mau kalah, mereka menggunakan atribut seolah-olah pejuang yang sedang menggotong korban luka. Sangat menarik melihat pawai tersebut. Atributnya sederhana tapi tak kalah meriah.

Dalam acara peringatan tersebut juga ada bakti sosial berupa vaksinasi hepatitis B gratis bagi para warga. Mereka sangat antusias untuk mengikutinya karena hepatitis B sangatlah berbahaya.

Selain vaksinasi ada juga bedah rumah bagi para veteran, pembagian beasiswa bagi pelajar di Pengalengan dan masih banyak lagi. Baksos ini dilakukan oleh para BUMN dengan CSR mereka yang dilakukan bersama-sama untuk memberikan kontribusi yang lebih besar.

Dengan semangat bakti untuk negeri, para BUMN menggunakan dana corporate sosial responsibility (CSR) untuk bersama-sama membangun negeri. Kali ini sasaran mereka adalah kawasan yang terpencil, terpelosok, terluar dimana jarang merasakan pembangunan. Namun bantuan dan pembangunan yang mereka berikan tidak akan terwujud tanpa bantuan masyarakat sekitar. Mereka dengan tulus membantu agar kegiatan bakti sosial, bedah rumah, ataupun pembangunan jalan bisa terlaksana dengan lancar. Mereka sudah senang dengan perhatian dan bantuan ikhlas tersebut sehingga warga pun berkenan membantu dengan sukarela, dengan semangat demokrasi.

Bekerja Bersama Maka Hasil Lebih Cepat dan Terarah
Yang kusuka dari tema ulang tahun ke-72 adalah semangat “Kerja Bersama” yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kearifan lokal gotong royong. Sudah waktunya kerja bersama untuk negeri, tidak sendiri-sendiri. Dengan bekerja bersama maka modal akan lebih mudah terkumpul, proses bekerja bisa lebih cepat dan hasilnya akan lebih terarah.

Kerja bersama ini juga melibatkan demokrasi warga. Saya masih ingat bagaimana para tetangga memiliki pendapat berbeda-beda untuk membantu tetangga yang kesusahan. Akhirnya tanpa dipaksa terkumpul sejumlah dana dimana kemudian diwujudkan dalam rupa renovasi bagian rumah yang ambruk dimana tetangga sedang benar-benar kesusahan dan tidak punya dana membenahinya.

Saya yakin masih banyak masyarakat yang tulus membantu jika ada saudara atau tetangganya yang kesusahan. Saya juga percaya ada banyak kalangan yang memikirkan cara untuk berkontribusi bagi negeri lewat keahliannya masing-masing seperti komunitas yang membersihkan ranjau paku, mereka yang sukarela membersihkan sampah di pesisir atau yang membuatkan aplikasi untuk membantu petani berjual beli dengan lebih adil. Ada juga yang berjuang dengan pemikirannya memperjuangkan demokrasi seperti PARA syndicate dan para akademisi lainnya.

Yuk bekerja bersama membangun negeri.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 17, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: