Penyanyi Madonna Pun Bikin Buku Anak

Madonna selain punya bakat musikalitas yang di atas rata-rata, ia rupanya juga suka menulis. Karya bukunya rupanya sudah belasan. Di antara buku-bukunya tersebut, ada lima buku yang masuk kategori buku anak-anak. 

Siapa saja bisa menulis. Aku, Kamu, dan mereka. Tidak penting siapa dirimu, karya tulisanmu akan abadi dan dibaca oleh banyak orang. Siapa tahu karyamu juga menginspirasi.

Madonna membuktikan ia bukan hanya artis yang kaya sensasi. Ia juga prestasi yang jarang dimiliki oleh musisi lainnya, yakni menulis buku. Dua buku anak-anaknya yang kumiliki salah satu yang kuapresi. Cerita-ceritanya sederhana dan mudah dicerna. Bukunya kaya ilustrasi dengan warna-warni yang tak mencolok. Isi bukunya juga kaya pesan moral.

Dua buku Madonna yang kumiliki berjudul Mr. Peabody’s Apples dan Yakov and The Seven Thieves. Dua buku bersampul tebal ini didistribusikan oleh Gramedia dengan sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Aku tak ingat dimana menemukan buku ini. Sepertinya buku ini kudapatkan ketika menjelajah lapak-lapak buku bekas, entah di Malang, Surabaya, atau di Jakarta. Soalnya dua buku ini masuk langka. Aku belum pernah menemuinya di toko buku.

Buku pertama bercerita tentang apel dan seorang pria dewasa bernama Peabody. Ia seorang pelatih perkumpulan bisbol anak-anak di desanya, Happyvile.

Di antara anak-anak yang dilatihnya ada anak bernama Billy Little yang mengagumi pelatihnya ini. Ia rajin berlatih dan sukarela membantu mengumpulkan seluruh tongkat pemukul dan bola.

Peabody selalu melewati toko buah milik Funkadeli. Ia singgah ke toko buah tersebut lalu mengambil apel yang paling cemerlany dan menaruhnya di kantung kertas. Kemudian ia langsung berjalan ke rumahnya.

Ada yang memerhatikan gerak-geriknya. Ia penasaran melihat Peabody tak membayar. Anak itu bernama Tommy Tittlebottom. Ia kemudian menyebarkan yang diketahuinya kepada teman-temannya.

Sabtu depannya Tommy dan kawan-kawannya siap di seberang toko buah dan menanti Peabody. Sama seperti minggu lalu, ia mengambil apel tanpa membayarnya. Mereka yang melihat pun tersentak lalu menyebarkan ke banyak orang.

Yang terjadi kemudian Sabtu depannya tidak ada anak yang datang. Billy memberitahunya jika teman-temannya menganggap pelatihnya si pencuri karena mengambil apel tanpa membayar. Peabody terkejut. Ia mengajak Billy ke toko buah tersebut dan menemui Funkadeli, pemilik toko buah.

Saat menuju ke sana tidak ada orang yang membalas sapaan dan lambaian tangan Peabody. Sebagian orang berpura-pura tak melihatnya.

Ketika keduanya tiba di toko buah dan bertemu Funkadeli rupanya kebiasaan Peabody mengambil apel tanpa membayar ada penjelasannya. Billy merasa ia harus memberitahu Tommy dan kawan-kawannya.

Cerita ini memiliki pesan moral tentang kekuatan kata-kata. Kata-kata harus dipilih dengan seksama agar tak menyakiti sesama. Madonna menyebutkan ia terinspirasi dengan kisah 300 tahun silam. Salah satunya pentingnya sebuah kebenaran dan tidak hanya percaya kepada rumor dan sebuah kejadian. Penting untuk mengetahui alasan sebuah tindakan atau kejadian karena siapa tahu penjelasannya tidak seperti yang ada di anggapan setiap orang.

Gambarnya ke arah realistis tidak seperti manga. Ilustrasi ini digarap oleh Loren Long. Buku ini sendiri dirilis tahun 2003.

Buku tentang Kekuatan Doa yang Tulus

Dalam buku berikutnya berjudul Yakov dan Tujuh Pencuri dikisahkan penderitaan tukang sepatu bernama Yakov dan istrinya, Olga. Anak satu-satunya mereka, Mikhail sakit keras. Ia sudah sangat lemah dan Yakov sudah melakukan apa saja.

Istrinya memintanya menemui si bijak. Ia meminta tolong kepadanya. Ketika doa si bijak tak mampu mengetuk pintu surga, ia meminta cucunya, Pavel, mencari tujuh penjahat berbahaya. Anehnya para penjahat itu mau menuruti permintaan kakek tua yang tak dikenalnya. Mereka dengan tulus ikut berdoa bersama kakek bijak itu.

Ceritanya indah. Penjelasan alasan pemilihan pencuri dan penjahat untuk diajak berdoa juga menarik ketika cucunya bertanya kenapa kakeknya tidak mengajak mereka yang suci untuk berdoa bersamanya.

Menurut kakeknya, pencuri mewakili sikap-sikap buruk manusia. Apabila ingin mukjijat terjadi maka sebaiknya manusia menyadari dan mengakui karekter buruknya dan berpaling dari perilaku tersebut.

Apakah Mikhail berhasil sembuh? Dan bagaimana nasib tujuh penjahat tersebut?

Buku Yakov dan Tujuh Pencuri ini juga kaya ilustrasi. Madonna bekerja sama dengan Gennady Spirin untuk menguatkan ceritanya lewat gambar yang indah. Buku ini dirilis tahun 2004.

Masih ada tiga buku Madonna yang belum kumiliki. Jadi penasaran seperti apa tiga buku tersebut. Sepertinya aku perlu untuk kembali membawa ranselku dan berkelana ke lapak-lapak buku, menemukan harta kartun versiku.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 10, 2018.

6 Tanggapan to “Penyanyi Madonna Pun Bikin Buku Anak”

  1. Ah kayaknya ini perambahan isu bisnis aja sih
    Suara kan belum tentu awet
    Beda dengan tulisan
    Hehe

    • Bisa jadi. Dia mulainya sejak awal tahun 2000-an. Kalau aku baca di akhir buku tersebut dia ingin membagikan pengalaman dan pengetahuannya tentang spiritualismenya dalam arti luas, bukan mengarah ke keyakinan tertentu.

  2. Oh ada yg sudah diterjemahkan ya

  3. Waw, keren bukunya, berdasarkan penuturan Anda. Trnyta Madonna suka nulis jg ya, sy bru tahu mlah. Trnyta udah terbit sjak 2003 dan 2004. Wktu itu sy msh SMA 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: