Arrival: Alien, Bahasa dan Konsep Dimensi Kelima

Arrival

Bahasa menjadi kunci pokok untuk berkomunikasi. Salah kata dan salah paham bisa memicu pertikaian dan perang besar.

Film Arrival membuatku merenung pasca menontonnya. Filmnya kompleks dan agak sulit dipahami. Dibandingkan Interstellar dan Contact, film ini lebih berat dan mungkin agak datar, meski bukan berarti tak menarik.

Film ini diawali dengan kilasan-kilasan adegan dimana Louise Banks (Amy Adams) memiliki putri dimana kemudian meninggal. Adegan kemudian beralih dengan Louise berada di tengah mahasiswanya dan menjelaskan tentang sejarah Portugal, hingga terdengar kabar situasi di Montana memburuk dan kota berada di status darurat.

Bagaimana tidak buruk jika kemudian ada 12 UFO mendarat di bumi sekonyong-konyong, tanpa radar dan tidak ada jejak radiasi. Apa yang hendak mereka perbuat? Apa yang seharusnya warga bumi lakukan?

Louise kemudian diajak menjadi salah satu anggota tim untuk mengetahui maksud kedatangan alien tersebut. Ia pakar linguistik dan ia diminta menerjemahkan bahasa alien. Bersama Ian Donnely (Jeremi Renner), ahli matematika dan fisikawan, ia pun mencoba berkomunikasi dengan kedua alien yang disebut heptapods dan diberi julukan Abbott dan Costello. Tapi bagaimana caranya agar mereka memahami maksudnya dan Louise mengerti jawaban mereka?

Arrival

Bagian dari berkomunikasi dan memahami maksud dari simbol-simbol yang digunakan oleh alien inilah yang menjadi titik berat film ini. Louise dan Ian tak kenal henti berupaya berkomunikasi dan kemudian menerjemahkan simbol-simbol tersebut dan mengubahnya jadi kata dasar. Tapi apakah setiap simbol berarti satu kata atau punya beda makna bergantung dari kalimatnya?

Sementara manusia di luar sana yang tidak tahu akan apa yang dilakukan alien merasa gelisah sendiri. Mereka menuntut pemerintahnya untuk bertindak mengusir alien tersebut. Tapi benarkah itu solusinya?

Arrival

Percayalah film ini tidak sesuai bagi pecinta film pop corn atau yang berekspektasi filmnya seperti Star Trek ataupun film alien lainnya. Jika Kalian pernah menonton Interstellar dan Contact-nya Jodi Foster, mungkin Kalian akan lebih mudah beradaptasi dengan film ini dan akan menyukainya. Ada konsep seperti dimensi lima dimana waktu dan jarak bisa mengerut seperti benang sehingga bukan lagi masalah untuk perjalanan luar angkasa. Mungkin Kalian yang pernah mendengar ancient alien juga akan merasa klik dengan film ini.

Saya sendiri belakangan ini tertarik dengan konsep dimensi-lima, ancient alien dan starseed. Dan entah kenapa setelah membaca banyak hal tentang konsep tersebut saya jadi lebih mudah memahami film fiksi sains seperti yang saya sebutkan di atas plus Evangelion dan Prometheus.

Saya suka dengan performa Amy Adams di sini dan ia layak jadi nominator di ajang Golden Globe dan mungkin juga di Oscar. Partnernya di film ini, Jeremy Renner, berupaya keras mengimbangi Amy. Oh ya film ini merupakan adaptasi novel karya Ted Chiang berjudul Story of Your Life.

Poster Arrival

Masalah perbedaan bahasa kerap menjadi persoalan. Perlu kemauan dan kesabaran dari kedua belah pihak agar dapat menyampaikan pesan dengan sejujurnya.

Detail Film:
Judul : Arrival
Sutradara: Denis Villeneuve
Pemeran: Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitetaker, Tzi Ma
Skor: 7,7/10
Gambar : IMDB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 8, 2017.

2 Tanggapan to “Arrival: Alien, Bahasa dan Konsep Dimensi Kelima”

  1. Lebih berat dari Interstellar? Waduh berarti nggak cukup ditonton sekali dua kali. Tetapi saya suka tipe film-film kayak gini, biasanya rame jadi bahan diskusi di forum-forum.

    • Hehehe menurutku lebih berat Interstellar, cuma penyampaiannya di sini agak lambat dan sedikit datar jadinya terkesan berat. Tapi film ini layak ditonton bagi yang suka fiksi sains dan konsep waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: