Menunggu di Sepinggan

Jeda antara tiba di Balikpapan dan menunggu pesawat ke Jakarta hampir sekitar tiga jam. Durasi yang cukup lama. Tapi kemudian waktu berlalu begitu cepat.

Hampir tujuh tahun lalu aku terakhir ke bandara ini. Aku kagum dengan perubahannya. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan semakin megah dan nampak keren. Mungkin karena jumlah penggunanya tidak sebanyak di Jakarta sehingga nampak lapang.

Aku pun melihat-lihat bandara ini. Ada lift dan eskalator untuk pengunjung. Lift akan membantu bagi mereka yang membawa koper beroda.

Ruang tunggu ada di lantai atas. Lantai tiga. Di sini ada berbagai tenant makanan dan yang menawarkan suvenir juga buah tangan.

Proses pemeriksaan barang bawaan juga cukup ketat. Beberapa kawanku diminta mengeluarkan laptop mereka dari dalam tas.

Di ruang tunggu yang tak disekat aku mengamati kerajinan tangan khas Dayak dan kerajinan khas Kalimantan yang indah. Kerajinan tersebut dibuat oleh usaha kecil menengah. Kalungnya begitu indah, baik yang terbuat dari bebatuan ataupun dari manik-manik. Aksesori pakaian juga khas dan memberikan kesan anggun. Tasnya juga berkesan etnik dan unik.

Perjalanan hampir berakhir ketika kami mengantri masuk pesawat. Tapi akhir perjalanan sedikir getir, penumpangnya sulit mengantri.

~ oleh dewipuspasari pada April 12, 2019.

6 Tanggapan to “Menunggu di Sepinggan”

  1. Wah jadi ingat thn 2017 pernah ke balikpapan, utk ikt interview, tp syg gk lolos tahap akhir hikz

  2. Itu tutup kepala di tmpat sy itu disebut tanggui…

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: