Berapa Persen Kamu Menerapkan Pancasila dalam Kehidupan?

Seharusnya tulisan ini lahir pada 1 Juni silam untuk menunjukkan kecintaan dan penghargaan pada lahirnya dasar negara, Pancasila. Tapi tak apa-apalah masih bulan Juni,bulan yang menandai lahirnya dasar negara Indonesia.

Selama ini Pancasila masih jadi bahan berbagai diskusi. Ada pihak-pihak tertentu yang masih saja berniat untuk mengubah dasar negara, dengan selalu mempermasalahkan sila pertama. Tapi Pancasila bukan hanya sila pertama dan butir pertama, masih ada empat sila lainnya. Kira-kira berapa persenkah Kalian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?

Aku tak membahas tentang pro kontra sila satu dan butir satu karena sudah banyak tulisan tentang itu. Aku ingin membahas pengamalan Pancasila secara sederhana.

Pancasila dibacakan pada waktu upacara. Aku ingat waktu masih sering mengikuti upacara pada peringatan 17 Agustus dan hari-hari besar lainnya, teks Pancasila selalu dibacakan. Si petugas membacakan sila tersebut satu-persatu, dan peserta upacara mengikutinya. Nampak sederhana dan mudah. Tapi tidak semua orang saat ini hafal lho, ada pihak-pihak tertentu yang hanya berkutat pada sila 1 butir 1, yang dianggapnya ini dan itu.

Dulu waktu kecil aku menganggap Pancasila dan butir-butirnya itu sederhana, hal-hal biasa yang mudah kita jumpai. Tapi setelah dewasa, aku menganggap Pancasila dan butit-butirnya itu brilian. Isinya menggambarkan hal-hal kebajikan. Ada 45 butir pengamalan Pancasila.

Dalam sila pertama misalnya, selain disebutkan manusia Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga ditekankan bahwa agama dan kepercayaan merupakan masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan, serta pentingnya sikap saling menghormati antar pemeluk agama. Dengan adanya sila pertama ini mengukuhkan bahwa di Indonesia ada beragam agama resmi dan tidak boleh ada pemeluk agama yang merasa superior dibandingkan pemeluk agama lainnya.

Sila kedua membahas tentang kemanusiaan. Ini adalah sila yang indah, menggambarkan hubungan horizontal manusia, yang saling mencintai, tenggang rasa, dan berani membela kebenaran keadilan. Di sinilah nilai cintai kasih ditekankan, bagaimana kita satu derajat sebagai makhluk Tuhan.

Persatuan Indonesia menjadi fokus pada sila ketiga. Setelah hubungan vertikal dan horizontal dijaga baik, maka kita juga ditanamkan untuk mencintai negeri ini. Mencintai negeri ini tak harus dengan menjadi tentara dan berperang, tapi juga bisa dengan melestarikan kebudayaannya, menjaga lingkungan, mencintai bahasanya dan mempergunakannya dengan baik, dan sebagainya.

Sila keempat membahas tentang musyawarah. Dengan musyawarah maka setiap peserta bisa mengemukakan pendapatnya. Keputusan musyawarah juga harus dapat dipertanggungjawabkan. Dalam sila ini juga ditekankan untuk tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

Sila yang terakhir, membahas tentang keadilan sosial. Di antara butir-butir sila lainnya, menurutku butir-butir dalam sila ini paling sulit dilakukan. Kalimatnya sederhana tapi pelaksanaannya tidak mudah. Ada butir yang menyarankan untuk bekerja keras, tidak bergaya hidup mewah dan boros, suka memberikan pertolongan ke orang lain sehingga dapat berdiri sendiri, dan sebagainya.

Aku sendiri jika melihat lagi butir-butir pengamalan Pancasila rasanya jadi malu. Ternyata tidak mudah menerapkan butir-butir tersebut. Pancasila merupakan panduan yang bijak, penuh dengan nilai-nilai moral. Ada keimanan, cinta kepada negeri, dan cinta kasih ke sesama.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 10, 2019.

Satu Tanggapan to “Berapa Persen Kamu Menerapkan Pancasila dalam Kehidupan?”

  1. Ikut balik dong

Tinggalkan Balasan ke aforisme.kolaka Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: