Mata Kering Gara-Gara Keseringan Mengetik Terbantu Insto Dry Eyes

Kemarin lusa aku masih asyik mengetik di layar hape. Besoknya ada rapat dan pekerjaan pun hampir memasuki tenggat waktu, sepertinya aku tak ada waktu untuk menulis. Aku pun membuat stok tulisan untuk keesokan harinya. Eh belum selesai menulis, pasangan mematikan lampu karena ia sudah mengantuk. Mau pindah ke ruang tengah kok malas, akhirnya aku bergelap-gelapan menulis. Setelahnya mataku terasa kering.

Dari kelima panca indera dan seluruh anggota tubuh, indera penglihatan alias mata yang paling aktif kugunakan beraktivitas. Setiap hari aku membaca buku baik via ponsel pintar atau buku fisik, melakukan analisa, juga mencari bahan tulisan. Wah sepertinya mataku begitu berat bekerja, dari sejak aku bangun hingga pulas tidur. Oleh karena itulah aku berupaya menjaganya baik-baik meski kadang-kadang masih suka melakukan kegiatan yang merusaknya, seperti membaca dengan hape dalam keadaan lampu kurang terang, membaca dengan tidur-tiduran, dan sebagainya.

Dulu Ibu suka mengajarkanku untuk melakukan relaksasi setiap 30 menit membaca. Caranya setelah tigapuluh menit maka mata diajak memandang jauh. Bisa melihat tanaman di halaman rumah, memutar bola mata, memandang ke sana ke mari atau memijat alis. Ibu juga kadang-kadang memberiku air rendaman daun sirih, lalu mataku dikerjap-kerjapkan dengan air rendaman daun sirih tersebut.

Sudah lama sekali aku tak pernah merawat mata dengan air daun sirih. Aku lebih sering melakukannya dengan hal-hal yang lebih mudah, seperti mengompresnya dengan irisan mentimun, melakukan pijat wajah termasuk alis dan sekitaran mata, dan mengurangi aktivitas yang ‘nakal’.

Kalau lampu sudah dimatikan kuupayakan hape juga sudah mati. Atau, pindah ke ruangan lainnya dulu, menuntaskan tulisan. Pasalnya kadang-kadang ketika asyik menulis dan terinterupsi maka ide dan mood kemudian tak lagi sama.

Mata bisa mengalami kelelahan dan kekeringan. Gejala mata kering itu seperti mata lelah, mata sepet, mata pegel,mata terasa panas, mata kemudian berair meski tak sedang menangis, mata perih, mata terasa seperti berpasir, penglihatan mulai memburam, dan sensitif terhadap cahaya.

Kondisi ini biasanya diperparah jika sering melihat layar komputer dan hape berjam-jam karena efek radiasinya. Biasanya mata kering lebih banyak dialami kaum wanita karena gangguan hormon, kurang vitamin A dan kondisi lingkungan yang kering, sering beraktivitas dengan layar komputer, efek dari konsumsi obat tertentu, serta menggunakan lensa kotak. Bila tidak segera diatasi mata bisa makin meradang.

Jika mata mulai menunjukkan gejala terasa kering aku kemudian mencari obat tetes mata dalam kotak obat kami. Insto Dry Eyes membantu dalam kondisi ini karena ia mengandung Hidroksi propil metil selulosa sebesar 3.0 mg dan Benzalkonium klorida sebesar 0.1 mg. Cara penggunaannya mudah, tinggal diteteskan 1-2 tetes tiga kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Efeknya setelah menggunakannya itu seperti mata mendapatkan pelumas.

Cara menghindari mata kering seperti apa? Ada beberapa hal yang disarankan para ahli kesehatan dari hasil yang kukumpulkan di internet. Cara menghindarinya yaitu dengan banyak minum air putih dan makan yang bergizi, jangan terus-terusan terpapar layar gawai, hindari menggosok mata, gunakan kaca mata baca untuk mengurangi efek radiasi dari layar gawai, dan biarkan mata beristirahat selama beberapa saat saat bekerja.

Wah usai menulis ini aku perlu mengistirahatkan mataku. Main dengan kucing-kucingku dulu ah. Ada si Mungil dan Kidut yang minta diajak main.

Gambar no 3 dari pexels, lainnya dokpri

~ oleh dewipuspasari pada Juli 27, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: