Era FoMO, Takut Ketinggalan Informasi

Suatu ketika kalian datang pagi dan menjumpai kawan-kawan kalian berkumpul di meja bundar. Mereka membahas sesuatu yang Kamu tidak ketahui. Kamu merasa jadi seperti alien. Sejak itu Kamu rajin memeriksa yang lagi marak diperbincangkan di media sosial, di grup percakapan dan berita. Kamu memeriksa hape lima menit sekali. Wah mungkin kamu sudah jadi bagian kaum FoMO.

FoMO singkatan dari fear of missing out atau takut ketinggalan info. Biasanya dulu FoMO diidap oleh mereka yang anak gaul. Mereka takut tidak nyambung jika diajak ngobrol oleh kawan-kawannya atau gaya fesyennya ternyata sudah tak musim lagi. Namun di tengah era digitalisasi ini FoMO mulai menyebar. Ia bisa dialami siapa saja, aku, kamu, dan mereka.

FoMO hadir karena derasnya arus informasi. Informasi mudah datang dan pergi. Satu kasus viral maka ramai diperbincangkan. Tapi biasanya tak tahan lama, berganti dengan info yang baru. Alhasil informasi dan juga berita saat ini rasanya mudah usang.

Aku pernah merasakan hal ini. Masih gejala. Ketika aku ketinggalan informasi aku merasa di luar grup. Aku tak tahu apa yang diperbincangkan kawan-kawan, aku tak bisa menanggapi dan hanya berada di luar lingkaran. Tapi sekarang aku cuek dan sudah terbiasa. Tak semua informasi dan tak semua aktivitas yang sedang ngetren kulakukan. Dan ternyata aku baik-baik saja.

Oleh karena lingkunganku adalah film, musik, buku, dan TI maka info-info ini yang biasanya kuprioritaskan. Informasi tentang film cepat sekali datang dan pergi. Sebuah film A, misalnya tim promosi dan pemasarannya harus melakukan sesuatu agar film tersebut ramai dan lama diperbincangkan. Ketika film A ternyata tak meraih euforia yang diharapkan maka nasibnya bakal apes. Sehari diputar beberapa hari kemudian ia bisa turun layar.

Dengan adanya FoMO di perfilman maka orang-orang berusaha untuk menonton lebih dulu. Kursi pada hari pertama pun ramai. Mereka tak ingin ketinggalan informasi dan mereka tak ingin ketinggalan momen agar tetap bisa nyambung dengan kelompoknya.

Tapi FoMO itu sebenarnya adalah ilusi. Ketinggalan informasi sehari dua hari sebenarnya tak jadi masalah kecuali pekerjaanmu berkaitan dengan berita atau hal-hal yang sedang trending. Kamu boleh FoMo apabila informasi tersebut berkaitan dengan bencana alam yang terjadi di daerahmu. Tapi informasi yang buru-buru acapkali kurang valid.

Dampak ketinggalan informasi itu paling-paling kamu tidak bisa nyambung saat teman-teman mengobrol saja. Dan itu bukan sesuatu yang sangat mengganggu.

FoMO tidak enak, bisa membuatmu gelisah. Sedikit-sedikit memeriksa hape agar tak ketinggalan info. Lakukan saja kegiatan yang Kalian sukai, jangan takut ketinggalan informasi.

Gambar: pixabay

~ oleh dewipuspasari pada Juli 30, 2019.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: