Minggu Malam

broken

Sudah beberapa hari ini aku absen menulis. Aku tidak menulis di platform manapun. Pikiranku lagi penuh dan belakangan ini ada banyak tenggat waktu yang menuntut fokusku berpindah dari satu ke lainnya, dari penelitian hingga proyek film pendek.

Sains dan seni, aku tidak tahu mana yang lebih kusukai. Sepertinya aku menyukai keduanya dan berharap keduanya bisa berjalan beriringan. Entah bisa atau tidak, ada kalanya sisi sains dari proyek penelitian dan pekerjaan yang dominan, ada kalanya sisi satunya.

Kali ini ada dua proyek besar, dari dua kutub tersebut yang berjalan bersamaan. Semuanya menuntut perhatian dan semuanya menantang.

Kapan aku dapat proyek film pendek dengan pendanaan yang lumayan dan bakal tayang di festival kaliber internasional. Wah ini menurutku aku dapat durian runtuh dan untungnya tak benjol. Kapan lagi bikin film pendek, dapat mentor orang-orang beken dari mas Wregas, kak Nurita, dan lainnya. Selain itu dapat wadah untuk memutarnya, aku tak perlu pusing mencari festival dan lainnya.

Tapi penelitianku juga tak bisa jadi nomor dua. Ini adalah prioritas hidupku dan penentu masa depanku. Aku telah terlalu banyak cemas, tertekan, dan ingin menghindar. Tapi kali ini aku harus menghadapinya. Aku yakin aku mampu melakukannya.

Selamat malam kawan, aku hanya ingin rileks dan mulai bersemangat lagi pekan depan. Kalian juga, tetap bersemangatlah mencapai cita-cita dan harapan kalian. Jika merasa lelah dan tertekan, tak apa-apa beristirahat, tapi jangan kelamaan menghindar dan berlari menjauhinya. Beranikan diri untuk berhadapan dengannya meski aku yakin ada perasaan yang sungguh tak nyaman dan rasa cemas berlebihan.

Selamat menikmati Minggu malam

 

 

~ oleh dewipuspasari pada Juli 23, 2023.

2 Tanggapan to “Minggu Malam”

  1. Semangat, Mbak Puspa! InsyaAllah, semua lelah jadi berkah yang melimpah, Aamiin YRA:)

Tinggalkan Balasan ke nisasan82 Batalkan balasan