The Flower Duet

The flower duetSaat menyaksikan pertunjukan visual imersif di Van Gogh Alive, aku tertegun ketika nomor The Flower Duet mengalun. Lagu ini, lagu ini dulu sering kudengarkan di satu masa. Hanya aku tak ingat kapan aku begitu sering mendengar nomor ini dan apa gerangan judulnya. Kusimpan nada-nada itu dalam benakku, untuk kucari tahu nanti.

The Flower Duet, judulnya. Akhirnya aku menemukan judul lagu ini. Lagu ini dulu kerap menghiasiku ketika suka mendengarkan lagu-lagu dalam album Voices dan rajin mengunjungi orkestra. Aku tak yakin lagu ini pernah dimainkan di pertunjukan orkestra dalam negeri. Jadi mungkin aku mendengar di satu di antara lagu-lagu klasik yang suka kudengar masa itu.

Lagu itu membuatku bernostalgia dan membuatku juga tenggelam dalam pertunjukan untuk mengenali lebih dalam Van Gogh ini. Bukankah aku dulu juga tenggelam dalam musik klasik sama halnya aku tergila-gila dengan musik rock.

Lagu klasik dan pertunjukan seni adalah pilihan yang cerdik dan harmonis. Meski ya sebenarnya hal tersebut bermain aman. Tapi aku menikmati lagu The Flower Duet dan lukisan-lukisan indah karya Van Gogh yang muncul silih berganti.

The Flower Duet sendiri sudah hadir sejak tahun 1883. Ia dipopulerkan lewat opera Lakmé oleh Léo Delibes. Perpaduan vokal mezosopran dan sopran yang indah. Aku mengenal lagu ini ketika dibawakan Katherine Jenkins.

Lagu yang indah. Duet bunga-bunga. Aku seperti berada di kebun bunga ketika mendengar lagu ini.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 11, 2023.

Tinggalkan komentar