Tentang Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Museum
Kini museum semakin inklusif, bisa dinikmati semua pengunjung. Termasuk, pengunjung yang menyandang disabilitas.
Fasilitas bagi penyandang disabilitas itu beragam. Yang paling sering kujumpai, seperti di Museum Bank Indonesia adalah jalan atau lintasan landai yang bisa digunakan oleh pengguna kursi roda. Di beberapa museum, mereka juga menyediakan kursi roda bagi penyandang disabilitas dan para lansia.
Ada juga museum yang menyediakan fasilitas audio visual yang membantu para penyandang disabilitas untuk memahami koleksi dan informasi dari museum. Apabila tak bisa melihat koleksi, setidaknya mereka bisa dapat mengetahui informasinya lewat suara. Di beberapa acara yang dihelat di museum, juga disediakan pemandu SIBI, sehingga mereka yang tak bisa berbicara juga bisa berinteraksi.
Nah hal yang menarik kutemui di Museum Basoeki Abdullah. Mereka selain memiliki jalan khusus pengguna kursi roda, juga ada fasilitas braille di beberapa koleksi masterpiece. Wah ini brilian dan sangat membantu.

Fasilitas bagi pengguna kursi roda di Museum Basoeki Abdullah
Selain itu saat wawancara dengan pihak Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah, mereka menyediakan sesi bagi para tunanetra untuk bisa menikmati dan memahami koleksi. Yaitu, dengan menyediakan sarung tangan khusus, sehingga mereka bisa menyentuh dan memahami bentuknya. Namun ini terbatas pada koleksi tertentu dan sesi tertentu, juga tentunya ada petugas yang memandu.
Dengan beragam inovasi ini maka museum semakin nyaman dan terbuka bagi segala kalangan. Semoga inovasi beberapa museum tersebut juga diikuti museum-museum lainnya, sehingga museum menjadi obyek wisata yang menarik wisatawan, terutama wisatawan lokal.

Ada huruf Braille untuk menjelaskan koleksi Museum Basoeki Abdullah

Bagus