Hidup

HidupHidup bisa dimaknai bernyawa. Makhluk hidup adalah makhluk yang bernyawa karena tak semua makhluk di bumi ini memiliki nyawa. Ada banyak makhluk yang ingin memiliki nyawa sehingga hidup adalah berkah dari sang Maha Pencipta. Namun hidup di sini bukan hanya memiliki nyawa dan kemampuan untuk bergerak. Sering kita lihat seseorang hidup tapi matanya nampak mati. Nyala api kehidupannya sudah redup karena rentetan kemalangan, depresi, rasa putus asa, dan luka yang tak kunjung sembuh. Ia kemudian hanya jadi seperti mayat hidup, hanya menunggu waktu kematian. Matanya, semangatnya sudah redup. Oleh karena hidup adalah berkah, maka kehidupan harus disyukuri setiap harinya. Setiap manusia memiliki masalah. Ia punya ujian masing-masing. Setiap manusia juga memiliki karma. Untuk itu ketika api kehidupan makin surut, jangan biarkan berlarut-larut. Tenangkan diri, kendalikan diri, cobalah berhenti sejenak untuk merenung. Jika tidak sanggup dan api itu makin padam, maka segeralah mencari bantuan, karena menjadi mayat hidup itu tidaklah enak. Hidup begitu berharga. Yakinkan diri setiap masalah nantinya akan berlalu. Teruslah bergerak dan apabila lelah jangan ragu untuk berhentilah sejenak. Yakinkan diri bahwa Tuhan akan selalu ada mendengar keluh kesah dan tidak pelit memberi bantuan. Namun, jangan larut dalam berkeluh kesah karena hidup sangatlah berharga. Setiap momen, setiap hari adalah berkah. Ungkapkanlah setiap terima kasihmu kepada yang Maha Segalanya, maka kamu akan makin paham hidup adalah berkah.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 8, 2024.

2 Tanggapan to “Hidup”

  1. Terima ksh mba. Tulisannya menginspirasi. Sehat selalu🙏🏻

Tinggalkan Balasan ke Mario San Batalkan balasan