Simbiosis Mutualisme Antara Momo dan Mumu

Momo dan Mumu adalah dua kucing yang sama-sama terluka dan berduka. Keduanya akhirnya menemukan kebersamaan dengan cara yang janggal. Mumu si kucing liar yang merana kemudian menjadi ibu sambung si Momo.
Si Mumu ketika awal-awal kehilangan anak terakhirnya, begitu berduka. Ia mengeong-ngeong berkeliling dengan suara keras dan menyayat. Ia sepertinya tak paham semua anaknya telah meninggal dan dimakamkan.
Sementara Mumu, badannya lemah sejak kecil. Ia sakit-sakitan. Sudah beberapa kali ia kubawa ke klinik. Ia tak lepas dari vitamin.
Si Momo meski usianya sudah tiga bulan, badannya relatif lebih kecil daripada kedua saudaranya. Ia juga lebih manja. Sayang induknya si Clara sudah disteril. Ketika si Momo ingin menyusu dan manja, ia dapat tabokan dari Clara
Kedua kucing yang berduka ini saling membutuhkan. Air susu Mumu masih banyak. Ia juga perlu teman. Sedangkan Momo ingin dimanja. Jadilah Momo menyusu ke Mumu. Si Mumu juga tak menolak dan memperlakukan si Momo seperti anaknya.
Melihat keduanya, mungkin orang luar akan menganggap mereka induk kucing dan anaknya. Padahal keduanya adalah dua kucing yang merana dan kemudian saling memerlukan. Simbiosis mutualisme deh.
