Kisah Sheeta dan Pazu dalam Castle in The Sky

Ketika melihat robot berlengan panjang yang dipamerkan dalam The World of Ghibli Jakarta, benakku melayang ke anime yang pernah kutonton. Laputa: Castle in The Sky. Dalam film animasi tersebut robot tersebut merupakan robot pelindung keluarga Laputa. Ia menjaga pulau melayang tersebut bertahun-tahun hingga seorang anak perempuan bernama Sheeta kemudian kembali ke kampung halamannya.

Sayangnya Sheeta, anak perempuan berdarah Laputa, tidak datang seorang diri. Ia dipaksa menuju pulau asalnya ini oleh para serdadu militer di bawah komando Muska. Selain ingin menguasai harta karun yang ada di Laputa, Muska menginginkan kalung kristal yang dikenakan Sheeta alias Lucita Toel Ul Laputa. Kristal itu memiliki kekuatan khusus yang dapat digunakan untuk mengakses teknologi canggih kaum Laputa.

Sementara itu, Pazu, sahabat Sheeta, berupaya menolong Sheeta dengan kawanan pembajak yang berbalik di pihaknya. Terjadi kekacauan antara para serdadu dengan pembajak dan antara serdadu dengan para robot pelindung. Apa yang terjadi kemudian dengan pulau melayang Laputa dan bagaimana nasib Sheeta dan Pazu?

Anime ini merupakan produksi Studio Ghibli tahun 1986. Castle in The Sky disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Konon kisah Laputa ini dilandasi oleh pulau melayang Laputa yang ada dalam kisah petualangan Gulliver karya Jonathan Swift.

Ceritanya menurutku tetap asyik dinikmati hingga kini. Nuansa film ini menurutku kelam dan suram. Entah kenapa aku merasa sedih dengan nasib para robot itu, meskipun mungkin robot itu dianggap benda mati. Kasihan robotnya banyak bertumbangan karena mereka lama tidak berfungsi. Hiks. Kasihan juga penghuni planet melayang tersebut yang terdiri atas hewan dan tanaman. Moga-moga mereka tidak meninggal karena pertempuran tersebut.

Oh ya robot ini agak mirip dengan sosok raksasa (God/Giant Warrior) dalam anime besutan Ghibli berikutnya yaitu Nausicaa of The Valley of The Wind (Ulasannya di sini). Sosok tupainya juga mirip. Sosok raksasa ini sebenarnya juga awalnya pelindung tapi kemudian menjadi sosok penghancur. Jangan-jangan kisah Nausicaa itu kelanjutan dari Castle in The Sky dimana alam bumi sudah rusak sehingga manusia mulai putus asa.

Dalam eksibisi The World of Ghibli Jakarta selain robot berlengan panjang juga ada pesawat capung atau flapter yang digunakan pembajak juga Sheeta dan Pazu. Sementara Nausicaa of The Valey of The Wind diwakili oleh monster Ohmu yang merupakan penjaga keseimbangan alam.

Kredit: Studio Ghibli, Pinterest, dan Book Drum

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 14, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: