Wah Bukuku Bisa Dibaca di Perpustakaan Jakarta

Ketika kawanku menyebutkan bahwa harus daftar dulu ke aplikasi Jaklitera untuk mencobai suasana di Perpustakaan Nyi Ageng Serang, aku pun langsung mengunduh dan mendaftar. Eh rupanya aku sudah terdaftar di Jaklitera. Yang menyenangkan, ada dua bukuku di sana.

Dua bukuku itu adalah satu buku solo dan satu buku antologi alias buku keroyokan.

Yang buku solo kutulis, kuedit, dan kutata sendiri layout-nya. Waktu itu aku lagi rajin bikin buku, bahkan aku mencari percetakannya sendiri, hanya urusan ISBN yang kuserahkan ke pihak lainnya. Sedangkan sampul bukunya dibuat oleh keponakanku, Maia Parisha. Gambarnya khas, selalu ada kucingnya hahaha.

“Karamel dan Kumpulan Fiksi”, judulnya. Aku beri judul itu karena ada yang berupa puisi, ada juga yang cerita mini. Ceritanya warna-warni. Ada tentang sosok gadis bernama Karamel yang menyimpan misteri. Hingga, cerita-cerita dengan kawan seekor kucing.


Bagi kalian yang tertarik maka bisa baca buku di di kedua perpustakaan yang dikelola Pemrov DKI Jakarta, yaitu perpustakaan di Taman Ismail Marzuki dan yang baru buka di Perpus Nyi Ageng Serang. Buku ini juga tersedia di Perpustakaan Nasional.

Kalian juga bisa beli bukunya, langsung DM ke aku karena aku mencetaknya terbatas. Harganya Rp35 ribu rupiah.

Nah, buku satunya adalah antologi cerpen dengan judul “Betawi dan Jakarta Punya Cerita”. Buku ini adalah hasil dari program yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta dengan mengupas fiksi dengan tema budaya Betawi.

Aku beruntung lulus seleksi masuk program tersebut. Kegiatan ini digodok oleh penulis terkenal “Gadis Kretek_, yaitu Ratih Kumala. Aku menulis cerpen di sini dengan tema sayur babanci. Judulnya “Balada Babanci”. Ceritanya tentang perempuan muda yang tergerak mewarisi resep sayur babanci dari bibinya. Cerita ini ibarat spin-off dari naskah skenarioku berjudul “Ngidam” yang juga membahas sayur babanci. Hanya sudut pandangnya dari pembuat dan pewaris tradisi sayur ini.


Aku senang bukunya masuk perpustakaan, meski baru dua buah. Di Perpusnas sudah ada lebih dari 10 bukuku yang masuk, lima buku solo dan lainnya buku keroyokan. Kelima buku soloku berjudul “Ngeblog dari Hobi Jadi Duit”, “Kisah Perjalanan Tak Sekadar Berwisata” (esai ringan), “Tarian Kucing di Bulan Purnama”, “Karamel dan Kumpulan Fiksi” dan “Ketumbar & Lada, dan 100 Puisi Kuliner Lainnya”.

Di Goodreads sendiri baru tiga buku yang masuk. Semuanya buku keroyokan. Ada “Perempuan dan Sinema”, “Betawi dan Jakarta Punya Cerita” dan “Indonesian Horror Film: Rise From The Grave”.

Melihat buku ini aku jadi iri dengan energiku dulu. Wah dulu aku produktif nulis buku. Moga-moga tahun ini aku juga bisa menghasilkan buku baru.

Apabila kalian tertarik baca buku karyaku bisa main ke perpus atau bisa langsung pesan buku ke email aku yang ada di bagian kontak hehehe

Gambar dari Jaklitera dan Goodreads

~ oleh dewipuspasari pada Juli 9, 2026.

Tinggalkan komentar