December dan Collective Soul

Collective_Soul_Self-Titled

Mumpung bulan Desember, saya ingin membahas lagu Desember. Kali ini giliran Collective Soul dengan tembang December-nya yang kondang banget masa saya remaja. December clouds are now covering me, December songs no longer I sing.

Lirik lagu December ini sedih bercampur marah. Tentang sebuah perpisahan yang menyakitkan bagi kedua belah pihak. Don’t scream about, don’t think aloud turn your head now baby, just sp*t me out.

Lagu December menurut saya memiliki ramuan musik yang unik dan berkesan, terutama bagian gitarnya. Waktu ada yang menyanyikan lagu ini di suatu festival band, saya merasa girang.

Collective Soul memiliki sejumlah tembang hits dan rajin wira-wiri di radio menemani masa-masa remaja. Collective Soul beken lewat lagu Shine yang langsung melambungkan namanya di jajaran band rock papan atas. Namun dibanding Shine, saya lebih menyukai December.

Lagu December ini terangkum pada album bertajuk Collective Soul. Menurut saya album bertajuk Collective Soul (1995) adalah album terbaik band asal Georgia ini. Selain December, ada lagu Gel yang asyik, ada juga The World I Know yang kental dengan musik string dan memiliki lirik yang humanis. Lagu-lagu pada album ini memiliki lirik yang asyik dan apik. Video klip The World I Know juga rajin diputar di MTV masa itu.


Are we listening?
Hymns of offering
Have we eyes to see?
Love is gathering
All The worlds That I’ve been reading
Have now started the act of bleeding
Into one

So I walk up on high
and I step to the edge
to see my world below
and I laugh at myself
while the tears roll down
’cause it’s the world I know
it’s the world I know

Pada album berikutnya, Disciplined Breakdown (1997), Listen menjadi tembang paling populer. Disusul Precious Declaration dan Blame. Tapi saya malah lupa-lupa ingat lagunya. Kurang nendang sih menurut saya.

Pada album Dosage (1999) inilah tembang Run menjadi tembang unggulan. Lagu Run ini menurut saya memiliki nuansa yang mirip dengan lagu Padi berjudul Sudahlah, meskipun lagu Padi sedih dan bertema perpisahan dan berupaya melupakan masa lalu untuk bangkit.

Sementara lagu Run memiliki kisah renungan pada kondisi masa kini dimana dikisahkan si tokoh merasakan kekosongan hati setelah melalukan rutinitas seperti yang dilakukan orang-orang dan hidup di tengah dunia yang semakin konsumtif. Ia merasa di sebuah titik kejenuhan dan ingin berupaya menjadi dirinya sendiri, bukan yang dituntut orang di sekelilingnya.

Are these times contagious?
I’ve never been this bored before
Is this prize i’ve waited for?
Now with the hours passing
There’s nothing left here to insure
I long to find a messenger

Have I got a long way to run, yeah I run

is there a cure among us
from this processed sanity
I weaken with each voice that sings
now in this world of purchase
I’m going to buy back memories
to awaken some old qualities

Have I got a long way to run, yeah I run

Suara vokalisnya, Ed Roland, cenderung mellow dan memang lebih nyaman di kadar pop rock.Selain Ed Roland, Collective Soul digawangi oleh Dean Roland (gitar), Will Turpin (bas), Johny Rabb (drum), dam Jesse Triplett (lead gitar)

Sampai saat ini sudah ada sembilan album yang mereka rilis dan hingga kini mereka masih eksis, cuma saya sudah kurang mengikuti. Album terbaru mereka yang rilis tahun 2015 yakni See What You Started by Continuing.

December clouds are now covering me, December songs no longer I sing.
Have I got a long way to run, yeah I run

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 22, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: