
Indonesia adalah surga kopi. Rasanya kita tak bakal kekurangan kopi karena setiap daerah menghasilkan kopi khas yang sedap. Coba cicip kopi Aceh dan kopi Toraja, tentu beda dengan kopi Lampung dan kopi Malang. Lanjutkan membaca ‘Kopi dan “1984”’


Indonesia adalah surga kopi. Rasanya kita tak bakal kekurangan kopi karena setiap daerah menghasilkan kopi khas yang sedap. Coba cicip kopi Aceh dan kopi Toraja, tentu beda dengan kopi Lampung dan kopi Malang. Lanjutkan membaca ‘Kopi dan “1984”’

Apakah kamu tahu hujan memiliki emosinya sendiri
Ketika hujan sedih, maka ia akan menjadi gerimis
Ia ingin menikmati kesedihannya itu hingga pulih
Gerimis lama gerimis sebentar, semua akan reda sendiri Lanjutkan membaca ‘Emosi Hujan’

Film 5 Centimeters Per Second sudah pernah kusaksikan sekian tahun silam. Sudah lama sekali. Ketika film ini kembali diputar, aku menontonnya lagi. Namun, entah kenapa aku terharu dan suasana hatiku jadi melankolis sekali lagi. Lanjutkan membaca ‘Masih Terharu Ketika Nonton Film yang Sama’

Entah kenapa kue kering identik dengan hari raya ya di Indonesia. Dulu ibu selalu menyiapkan kue kering ini jelang lebaran. Di Malang dulu nama lain kue kering ini adalah jajan pan-panan karena sebagian besar memang dipanggang dengan oven. Lanjutkan membaca ‘Kue Kering’
Hari ini aku menuntaskan membaca bab delapan sebanyak 27 halaman. Hari ini ada tantangan untuk memotret buku tersebut dengan makanan dan minuman yang cocok untuk mendampingi. Lanjutkan membaca ‘Makanan Ala “1984”’