Jangan Mau Jadi Korban Kekerasan

woman self defense

Lisa, pegawai call center di sebuah perusahaan baru keluar kantor sekitar pukul 20.00. Di depan pos satpam ia hentikan sebuah taxi. Ia merasa lelah hari itu dan enggan berdesak-desakan di bus. Namun, naas benar nasibnya, sopir taxi yang ditumpanginya berniat buruk. Dompet yang berisi beberapa lembar ratusan ribu, kartu ATM dan kalung yang dikenakannya terpaksa berpindah tangan. Ia ditinggalkan di sebuah jalanan sepi dengan perasaan yang remuk redam.

Si Lisa tidak sendiri, banyak korban tindak kejahatan di angkutan publik seperti bus, kereta api, bus way, travel dan mikrolet. Bisa kasus pencopetan, perampokan bahkan pelecehan seksual. Lalu apa yang harus kita lakukan? Takut ke luar rumah itu bukan solusi. Pasrah saja bila kejahatan itu menimpa kita? Itu juga bukan jawaban bijak, kecuali dalam kondisi terdesak. Buku karya Fahmi Syarief dan Titiana Adinda ini mencoba membantu kaum wanita mengatasi persoalan dalam kondisi-kondisi seperti di atas. Bagi kedua penulis itu bukan zamannya lagi wanita tunduk dan pasrah menjadi korban kekerasan. Pelaku kejahatan bisa ditaklukkan asal rajin berlatih gerakan-gerakan reflek yang dipaparkan secara detail di buku ini.

Gerakan yang diambil dari berbagai seni bela diri ini sederhana dan bisa dipelajari siapa saja. Kita bisa mempraktikannya langsung bersama teman, saudara atau suami karena dua pertiga dari isi buku ini berisi foto-foto gerakan untuk pertahanan diri. Paparan teknik pertahanannya cukup lengkap mulai dari gerakan menghadapi penamparan, pencekikan, pencopetan, pelecehan seksual, hingga perkosaan dan kejahatan di taxi. Selain mengupas teknik-teknik pertahanan diri, buku ini juga memberikan tips bepergian seperti anjuran untuk tidak duduk di pojok saat di angkutan umum, kiat-kiat bekerja di negeri orang, tips mencari pembantu juga alamat Women Crisis Centre di berbagai kota di Indonesia.

Ada satu pesan penulis di buku ini yang patut digarisbawahi. Selesai membaca buku ini tidak lantas membuat Anda mahir mempertahankan diri. Fahmi menekankan pentingnya latihan secara rutin agar gerakan pertahanan diri itu menjadi gerakan reflek. Bahkan penulis mengajak pembaca untuk bergabung dalam komunitas Women Self Defense. Meski masih baru berdiri, anggota komunitas ini cukup banyak dan beragam, mulai dari anak sekolah hingga ibu rumah tangga paruh baya.

Nah tunggu apalagi, mumpung bulan ini ada Hari Kartini, Anda bisa membeli untuk diri sendiri dan bila Anda berjenis kelamin laki-laki tidak perlu malu untuk membelinya. Anda bisa mengkadokannya untuk orang-orang spesial di sekitar Anda, istri, anak perempuan Anda atau rekan kerja wanita Anda. Selamat berlatih!

Detail Buku:

Judul Buku : Self Defense for Women

Pengarang : Fahmi Syarief, Titiana Adinda

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : 2008

~ oleh dewipuspasari pada April 4, 2008.

4 Tanggapan to “Jangan Mau Jadi Korban Kekerasan”

  1. aku bukan hoby buku, tapi buku bagiku adalah buah vitamin yang akan melancarkan otak kita. so,,,,buku adalah kebutuhan, bukan sekedar hoby-hobyan…hehhehe… klo buka buku1abad….tu kan ada emailku….. kirim2 kabar dong….makacih

  2. Salam kenal buat Pak Ikrom. Saya sudah menyambangi buku1abad.wordpress.com Sama-sama pecinta buku ya.
    Salam kenal ya!

  3. pingin kenalan aja sama yang punya blog…biar bisa belajar hidup tanpa mendapat kekerasan sekaligus jangan sampai melakukan kekerasan….ehmmm. buku1abad.wordpress.com

  4. wah belajar self defense mechanism nih? membaca dari review diatas tips2 itu untuk gangguan yang bersifat fisik. Lha kalo yang non fisik gimana? kan banyak juga kasus kena gendam dan sebagainya.

Tinggalkan komentar