“Untouchable”-nya Rialto Temani Malam Akhir Liburan

Liburan telah usai. Sepertinya tahun ini sudah habis jatah akhir pekan panjang. Fiuuh selamat kembali menikmati realita. Tembang Rialto “Untouchable” pun mengalun, menemani malam yang semakin larut.
Lagu ini memberikan perasaan seperti sedang bernostalgia. Masa-masa ketika para pria sering mengenakan baju rapi berjas atau berdasi serta topi apabila bepergian. Sementara para perempuan mengenakan gaun panjang atau setelan yang klasik dengan rambut bergelombang yang indah.
Wah itu salah satu era yang menyenangkan.
Lagu “Untouchable” ini favoritku di antara lagu-lagu Rialto. Band Inggris ini dulu beken lewat tembang “Monday Morning 5:19”. Namun, aku lebih suka mendengar “Untouchable” karena ketika mendengarkan intro lagu ini aku langsung terbayang adegan film klasik. Lagu ini sinematik.
Tembang ini sendiri melankolis apabila menilik liriknya. Secara tersirat lagu ini bercerita tentang hubungan yang toksik dan kemudian berakhir. Sayangnya si pria nampaknya belum move on dan melarikan diri ke minuman keras, untuk berhenti dari realita. Hingga, ia kemudian sadar bahwa mereka telah berpisah.
Aku suka liriknya yang berandai-andai, “apabila kau (kekasihnya) adalah malaikat, maka aku akan memotong sayapnya. Aku akan melakukan apa saja agar kau terus bersamaku.”
Lirik tersebut menunjukkan sikap si pria yang terlalu posesif. Mungkin gara-gara itu kekasihnya meninggalkannya.
Irama lagu ini muram sekaligus juga indah. Lagu ini cocok untuk mengiringi romansa tahun 50-an dan ke bawah. Nuansanya klasik seperti menemani film-film noir dan post-noir.
Band Rialto sendiri berusia singkat. Mereka mulai kondang sejak merilis album “Rialto” dan “Night on Earth” hingga bubar tahun 2002. Mereka kembali bereuni tahun 2023 dengan personel lawas menyisakan Louis Eliot dan Julian Taylor yang dulu berperan sebagai vokalis dan basis.

Rialto kini kembali aktif. Mereka merilis album “Neon & Ghost Signs” pada tahun 2025. Nuansa lawas dipertahankan dalam album ini, hanya nuansa eranya beragam, kadang era klasik 50-an ke bawah, kadang ala new wave 80-an.
Coba dengar tembang “I Want You” dan “Neon & Ghost Signs” deh. Unik dan warna vokal Eliot masih relatif tidak berubah.
Gambar dari Spotify dan Rialto Music
