Bila Pepohonan Punah

Bagaimana jika suatu saat pepohonan punah sehingga diciptakan pepohonan buatan? Atau bagaimana jika untuk menghirup udara segar harus membelinya? Itulah yang digambarkan dalam kisah Lorax, karangan Dr Seuss yang sedang diputar di bioskop. Thneed-Live adalah kota yang cantik, bersih, dan rapi. Namun rupanya segalanya di sini adalah imitasi. Pepohonannya diproduksi oleh industri dan bisa diatur untuk musim semi, musim salju, dan untuk disko. Sedangkan untuk mendapatkan udara segar, penduduknya membelinya di perusahaan milik O’Hare.

Awalnya di kota ini adem ayem.Begitu pula si Ted yang asyik mencari perhatian gadis incarannya, Audrey. Gadis inilah yang kemudian memberikan petualangan bagi Ted ketika bercerita ia merindukan pepohonan asli. Ted yang kebingungan dimana ia mendapatkan tanaman asli itu pun bercerita ke ibu dan neneknya. Ibunya menganggap hal itu hanya dongeng, namun neneknya berkata bahwa hal itu bisa dilakukan jika Ted berani bertemu Once-Ler di luar kota.

Rupanya luar kota bukan hal yang diimpikan Ted. Tempat ini bak mimpi buruk, dimana sunyi dan gersang. Namun, Ted tak mengurungkan niatnya dan sungguh-sungguh menyimak kisah Once-Ler. Rupanya Once-ler lah yang menyumbang nama Thneed. Ia adalah pengusaha kaya raya namun kemudian terjungkal karena mengkhianati perjanjiannya dengan Lorax.

Jika Anda pecinta animasi, Dr Seuss: The Lorax patut ditonton. Karakter tokoh seperti Ted, Audrey, dan Mr O’Hare biasa-biasa saja, yang lucu adalah karakter Lorax dan para faunanya, seperti beruang, ikan, dan burung. Semuanya menggemaskan. Ada satu beruang yang gendut, yang jinak dan doyan banget makan. Lalu ada ikan yang gemar bernyanyi. Lucu-lucu. Warna dan panorama yang disajikan di animasi ini juga menarik, sebuah bukit yang kaya dengan pohon trufulla berwarna-warni. Trufulla adalah pepohonan dengan daun seperti surai singai namun halus dan berwarna cerah. Pohon inilah yang menarik perhatian Once-Ler untuk dijadikan Thneed, semacam syal bulu yang menjadi tren fashion.

Kisahnya sebenarnya biasa saja, yaitu pengkhianatan Once-Ler kepada Lorax karena terbujuk keluarganya. Pada Lorax ia berjanji untuk tidak menebangi Trufulla, namun akhirnya semuanya dibinasakan sehingga bukitnya gundul. Yup, pesan moral pada cerita ini adalah kerusakan alam karena penjajahan terhadap alam.Yang menggemaskan adalah ulah kocak para binatang di sini. Anda akan tergelak-gelak menyaksikan ulah anak-anak beruang dan ikan-ikan centil.

Ket foto: diambil dari us.detikhot.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 19, 2012.

4 Tanggapan to “Bila Pepohonan Punah”

  1. Pingin liat film ini 😀

  2. […] Tema kehidupan modern dengan lingkungan yang tercemar sudah tak asing bagi kita. Sudah banyak film dan kisah yang memberikan pesan penting tersebut. Teknologi bisa maju namun jangan lupakan alam. Dan kisah dalam komik ini mengingatkan saya akan film Lorax dengan pohon plastiknya dan upaya Ted untuk mencari tanaman asli (resensinya bisa dibaca di https://dewipuspasari.wordpress.com/2012/03/19/bila-pepohonan-punah/). […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: