Lostprophets Tak Hanya Modal Dandanan Keren

Lostprophets-lostprophets-681856_1024_768

Cowok-cowok ganteng dengan dandanan keren bukan hanya milik boyband asal Korea. Sebut saja Lostprophets, band boys asal Inggris. Serunya meski wajah dan dandanan mereka keren, musik-musik mereka benar-benar ‘laki’, ngerock banget.

Saya mulai tertarik dengan band ini ketika masih sering bangun saat dini hari. O Channel masa itu sering menampilkan video klip pada dini hari, dan musiknya termasuk bagus-bagus. Dan mungkin karena faktor itulah saya jadi sering bangun dini hari dan berkenalan dengan Lostprophets. Lagu yang menghentak saya saat itu adalah Rooftops (A Liberation Broadcast) yang masuk dalam album Liberation Transmission.

Ok penampilan mereka memang keren dan personelnya rata-rata memang ganteng. Sebenarnya liriknya sih sederhana, tentang kehidupan dimana kita tidak perlu terus  menyesali kesalahan, dan terus melanjutkan yang terjadi. Namun, jika kekesalan bertumpuk, bisa diluapkan melalui berteriak.

“Standing on the rooftops

Everybody scream your heart out.

This is all we got now

Everybody scream your heart out.”

Musiknya bergerak dinamis, dari intro gitar diimbangi suara vokalis yang mengalun lembut kemudian ke sisi refrain yang mulai menanjak. Nah setelah refrain kedua inilah ada kejutan, dimana seluruh personel ikut bernyanyi dengan gebukan drum yang semakin menderu. Wuiiih keren banget.

Lostprophets-lostprophets-812890_900_1273

Setelah mendengar lagu inilah, saya rajin mantengin musik dini hari untuk melihat video klip band tersebut karena saya tidak pernah mendengar lagu ini diputar di televisi lain atau di radio. Dari hasil surfing internet, baru saya tahu nama band tersebut Lostprophets. Band ini telah berdiri tahun 1997 di Wales, Inggris dengan beberapa kali ganti personel. Personel yang sekarang ada enam orang, yaitu Ian Watkins (lead vocal), Jamie Oliver (keyboard), Lee Gaze (lead guitar), Mike Lewis (rhythm guitar), Stuart Richardson (bas), dan Luke Johnson (drum, perkusi)

Wah saya kalah set. Rupanya band ini sudah ada sejak musik alternatif menjajah telingaku akhir tahun 90-an, seperti Kulashaker, Ash, Suede, dan sebagainya. Bahkan, masa itu Linkin’ Park belum lahir. Wah gimana sih informanku???

Dan mengikuti era masa itu, band ini mengusung musik alternatif dan semi punk seperti Good Charlote dan Blink 182. Dan memang ketika saya mendengar Shinobi vs Dragon Ninja, gaya mereka bernyanyi sangat berbeda dengan lagu-lagu satu album dalam Rooftops. Termasuk juga dandanan rambut dan kostum mereka. Yang paling mencolok adalah dandanan vokalis yang dulu lebih mirip anak punk kemudian bermetamorfosis menjadi pria dandy. Namun, dua-duanya saya suka karena masih tetap ngerock.

Lagu Shinobi versus Dragon Ninja inilah sebenarnya yang melambungkan mereka. Mendengar musik ini seperti saya sedang dikeroyok sepasukan ninja. Tempo dalam lagu ini unik dan pas banget dengan video klip mereka. Alhasil lagu mereka berikutnya yang memiliki karakter mirip, Burn, juga asyik didengerin. Khusus untuk lagu ini, paling seru jika sambil lompat-lompat kasur dan teriak-teriak.

Lagu favorit saya berikutnya yaitu Goodbye, Last Train Home, dan Wake Up. 4:Am (Forever) itu emosional banget lagunya, namun saya tidak suka dengan video klipnya. Wake Up (Make a Move) ini entah mengapa nuansanya mirip dengan lagu-lagu The Titans. Saya suka lagu ini terutama saat refrain

“Wake up, wake up, wake up,yeah so tired of waiting, waiting for us to.

Wake up, wake up, wake up, yeah so sick of waiting, for us to make a move.”

benar-benar menggugah semangat. Dari pembuka hingga penutup lagu ini dikemas dengan baik.

Setelah mengenal Lostprophets, lagu paling favorit saya adalah “Last Train Home”. Lagu patah hati yang tidak cengeng, hanya mengungkapkan kekecewaan. Musiknya itu seolah-olah mengingatkan masa-masa kecewa setelah patah hati namun ditutup dengan pesan agar kita tidak terlalu berlarut-larut dalam kekecewaan tersebut.

“But we sing

If we’re going nowhere

Yeah we sing

If it’s not enough

And we sing

Sing without a reason

To ever fall in love”

Dan saya merasa sangat-sangat menyesal ketika tidak bisa menonton mereka live di Senayan pada Agustus 2008. Saya sudah hampir nekat membeli tiket dan merencanakan diam-diam untuk menonton sendirian. Namun, saya lebih takut dengan ibu dan nenek saya hehehe. Entah semarah apa mereka jika saya misalkan ngotot nonton dan tidak menghadiri acara akad nikah kakak saya. Alhasil di rumah rasanya separuh nafas saya tengah berteriak-teriak bersama Ian cs menyanyikan “Standing on the rooftops

Everybody scream your heart out” 

Sumber Foto:

http://www.fanpop.com/clubs/lostprophets/images/812890/title/lostprophets-photo

http://zaycev.fm

~ oleh dewipuspasari pada Desember 19, 2012.

3 Tanggapan to “Lostprophets Tak Hanya Modal Dandanan Keren”

  1. hmmm, sampai sekarang aku masih belum bisa memahami selera musikmu Pus 😀

    • Hehehe…aku suka semua musik yang punya pesan dan ambience (pinjam istilah Yuri) jika didengerin, Okti. Jadi kalau lagi dengar musik, bisa tahu nuansanya lagi sedih, atau bikin merinding dll. Nah, waktu dengar musik Lostpropehts..nuansanya beda2…waktu dengar Wake Up (make a move) rasanya mood jadi membaik dan seperti berada di gedung yang tinggi. Sementara, waktu dengar Last Train Home…nuansanya sedih dan kehilangan. Yang musik bisa ngasih ambience biasanya musik rock dan musik chill out (klasik, shoegaze, new age dll).

  2. Terima kasih Nella sudah membaca artikel ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: