Mother: Ode buat Ibu ala Era yang Haru Biru

wallpapers1way.blogspot.com the mass

Saya kontan jatuh cinta dengan Era ketika mendapat kado kaset “Voice 2” saat masih mahasiswa. Dalam album  berisikan lagu-lagu beraliran new age atau yang sebagian kalangan disebut musik “chill-out” ini saya terpaku mendengarkan lagu bertajuk “Mother” yang dibawakan secara apik oleh Era.Do you love your mother like I love mine?
Do you wanna be her one and only child?

Yang membuat nuansa dalam lagu ini semakin syahduh dan membuat pori-pori kulit saya seolah-olah ikut mendengarkan, yaitu iringan choor-nya atau yang lebih cocok disebut chant.

A mio sumoni, I o fanati vorento A nereto veni gior 
si meno amante

Walaupun saya tidak bisa berbahasa latin, chant inilah yang membuat lagu dengan iringan musik tekno ini menjadi terkesan “sakral” sehingga ode buat ibu ini berkesan agung.

Waktu saya browse di youtube, akhirnya saya menemukan video klipnya yang bersetting di Yunani.
Era sendiri merupakan sebuah proyek musik yang dipimpin komposer asal Prancis, Eric Levi. Karena genrenya sama, Era juga sering berkolaborasi dengan musisi new age seperti Enigma. Dan lagu mereka yang paling populer bukan Mother yang menjadi original soundtrack salah satu film yang dibintangi Sylvester Stallone, melainkan lagu berjudul Ameno.

Ameno komplit menggunakan lagu latin dan menggambarkan suasana abad pertengahan. Lagu ini termuat dalam album Voice 1 yang juga beredar di Indonesia. Namun, saya waktu itu belum terkesan dengan Era.

Lagu Era lainnya yang juga bersuasana abad pertengahan adalah The Mass. Lagu ini sering saya putar untuk memberi semangat, karena lagunya seperti memiliki energi. Dan, bagian paling saya suka adalah part terakhir dalam lagu ini yang pas sebagai klimaks lagu.

Hymne yang menjadi OST film Gladiator memiliki aura agung tapi sedih, cocok buat film yang mengetengahkan keberanian dan jiwa satria ini. Dan lagu terakhir yang saya rekomendasikan bagi pecinta Era yaitu Don’t You Forget about Me, lagu bertemakan patah hati berbahasa Inggris yang menyayat-nyayat. Cocok sekali didengar saat lagi depresi setelah patah hati ditinggalkan teman atau pasangan.

Gambar: diambil dari http://wallpapers1way.blogspot.com

~ oleh dewipuspasari pada Juni 3, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: