Mengenal e-Learning: #1. Yuk Berkenalan dengan e-Learning

1-matematika menyenangkan2

Belajar dan menambah ilmu dan wawasan baru kini bisa didapatkan di ranah maya, bukan hanya secara konvensional melalui tatap muka. Asyiknya, sejak beberapa tahun terakhir, banyak situs menyediakan kursus dan beragam materi ilmu pengetahuan yang bisa diakses secara cuma-cuma. Pengajarnya pun bukan hanya warga biasa seperti tutorial-tutorial gratis yang disediakan di youtube, namun para pengajar yang telah tersertifikasi. Siapapun bisa menjangkau ilmu pengetahuan gratis ini, baik yang sudah di tingkat sarjana maupun yang baru duduk di bangku TK. Yuk kita kenali lebih jauh tentang pembelajaran berbasis online ini.

Situs-situs yang menyajikan berbagai materi pengetahuan bagi segala kalangan masyarakat ini merupakan perkembangan dari merebaknya e-learning yang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1990-an dengan muncullah berbagai aplikasi pendidikan dalam bentuk tulisan atau multimedia yang. Dengan perkembangan teknologi web 2.0, e-learning memanfaatkan sistem jaringan sosial (social network), seperti wiki, blog, dan sebagainya, sehingga siswa dapat berdiskusi dengan pengajar dan para siswa lainnya yang mengambil mata pelajaran atau bidang pengetahuan yang sama.  Lantas apa sebenarnya e-learning tersebut?!

E-learning berdasarkan dua kata dasarnya, ‘e’ dan ‘learning’ bisa diartikan sebagai pembelajaran dengan menggunakan media elektronik. Menurut Hartley (2001), e-learning suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar kepada siswa dengan menggunakan bantuan internet, intranet, atau media jaringan komputer lainnya. Sementara Sokawarti, Haryono, dan Librero (2002) menambahkan perangkat teknologi seperti telepon, audio, videotape, telekonferensi, transmisi satelit selain media komputer. Definisi menarik disampaikan Eric Parks, CEO ASK International. Ia percaya ‘e’ dalam e-learning bukan hanya berarti elektronik melainkan e-verything (memerlukan kolaborasi), e-veryone (setiap orang bisa mengakses), e-asy, dan e-ngaging (membuat siswa tertarik).

1-ayo-membaca

Suatu proses belajar mengajar bisa disebut sebagai e-learning berdasarkan Clark & Mayer (2008) apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut: materi yang relevan dengan tujuan belajar; menggunakan metode instruksional, seperti contoh dan praktik untuk membantu proses belajar; menggunakan elemen media kalimat atau gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar; menggunakan sistem belajar dengan bantuan instruktur (sinkronous) atau belajar mandiri (asinkronous); dan memberikan wawasan dan teknik baru sesuai tujuan belajar.

E-learning juga dikenal dengan sebutan pembelajaran jarak jauh (distance learning), pembelajaran berbasis web/online (online/web based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), pembelajaran virtual/maya, dan sebagainya.

Keberadaan e-learning diharapkan dapat meningkatkan proses belajar-mengajar, mempermudah akses ke ilmu pengetahuan, serta mendorong transfer dan berbagi pengetahuan. E-learning ini akan sangat berguna juga diterapkan di negara dengan jumlah penduduk besar dan wilayah geografis yang terpisah-pisah seperti di Indonesia. Salah satu keunggulan e-learning lainnya dibandingkan proses tatap muka menurut Loftus (2001) yaitu lebih demokratis. Sebab, peserta didik memiliki kebebasan dan tidak ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan atau menyampaikan pendapat karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik dapat mengamati atau memberikan komentar atas pertanyaan/pernyataannya.

1-ipi

Berkembangnya e-learning di Indonesia sebagai pendidikan jarak jauh selaras dengan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 31 yang menekankan fungsi layanan pendidikan jarak jauh bagi kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler; semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan; berbagai bentuk, cangkupan serta sistem penilaian sesuai standar nasional pendidikan; korespondensi, radio, audio/video, tv, atau berbasis komputer. Jadi e-learning di sini lebih ditekankan sebagai pendukung fungsi pembelajaran/penguat, bukan sebagai pengganti tatap muka.

Di Indonesia, pada awal September 2013, Wapres RI Boediono juga menunjukkan dukungannya terhadap program e-learning karena diharapkan dapat memeratakan pendidikan, membantu warga yang berada di pelosok untuk mengakses pengetahuan dengan murah dan mudah, serta mengatasi keterbatasan SDM pengajar. Hal ini diharapkan juga membantu ketertinggalan pendidikan di Indonesia dibandingkan negara-negara lainnya. Program ini diharapkan memiliki interaksi dua arah, antara program dan pemakai, syukur-syukur dapat melakukan komunikasi real time antara pengajar dan siswa pada waktu-waktu tertentu.

Masyarakat diperkenalkan dengan e-learning kali pertama melalui aplikasi-aplikasi pendidikan yang dibuat dalam bentuk softcopy atau CD. Tentu Anda masih sekitar 15 tahun silam, pasar perangkat lunak di Indonesia dimeriahkan berbagai aplikasi seperti pengenalan huruf, belajar membaca, dan sebagainya. Aplikasi ini dikemas menarik untuk menarik minat anak-anak belajar. Setelah penggunaan internet semakin meluas, muncullah beragam portal pendidikan dan pengetahuan, contohnya ilmukomputer.net. Situs ilmukomputer.net ini termasuk unik karena mengijinkan anggota untuk berbagi ilmu atau melakukan kolaborasi ilmu sehingga pertambahan jumlah pengetahuan di situsnya salah satunya didukung oleh keaktifan anggotanya. Kemudian, muncul tren video streaming dan dilanjutkan dengan teknologi web 2.0.

Kini, Anda tentu tidak asing dengan video-video tutorial gratis yang bisa ditonton dan diunduh di youtube.com. Anda juga bisa membuat video tutorial sendiri dan diunggah ke situs tersebut dan kemudian dibagikan melalui blog, twitter, dan beragam situs jaringan sosial lainnya. Kesukaan membuat dan menonton video ini rupanya tidak hanya dimiliki para remaja dan kalangan dewasa, namun juga anak-anak. Saya terkejut ketika kedua keponakan saya yang duduk di kelas 3 SD dan TK A (TK nol kecil) sangat antusias membuat video tutorial dengan memanfaatkan ponsel orang tuanya. Mereka merekam dan menyusun narasi sendiri. Koleksi video mereka sudah cukup banyak dan bervariasi. Tapi untunglah orang tua mereka masih menolak mengunggahnya ke youtube hehehe.

2-kid

Meskipun e-learning memiliki banyak manfaat, namun tidak semua orang menyukai metode pembelajaran ini. Hal ini dikuatkan oleh penelitian Rosenberg (2006) yang menyatakan bahwa tidak semua orang bersedia menggunakan e-learning sebagai media belajar dan tidak semua orang mampu menggunakannya dengan baik. Yulian (2009) menambahkan, proses ini akan memberikan manfaat terhadap pelajar yang memiliki motivasi belajar tinggi dan berkomitmen, senang menguasai sesuatu yang baru. Nah, bagi Anda sekalian, guru, siswa, maupun ibu rumah tangga yang menyukai mempelajari hal-hal baru dan berkomitmen maka Anda akan menjadi calon pengguna e-learning yang potensial.

Referensi:

  • Ayo Membaca.[http://ayomembaca.wisc.edu]. Diakses pada 23 Desember 2013
  • Gatra, Sandro. Kompas. 3 September 2013. Boediono Dorong Penerapan E-Learning. [Edukasi.kompas.com./read/2013/09/03/1256460/Boediono.Dorong.Penerapan.E-Learning]. Diakses pada 21 Desember 2013.
  • Hakim, Zainal. Pengertian E-learning. [http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-e-learning.html] Diakses pada 23 Desember 2013.
  • Julian, Liam. The Rise of Cyber-Schools: Online Education and Its Enemies. The New Atlantis, Number 24, Spring 2009, pp. 109-112. [http://www.thenewatlantis.com/publications/the-rise-of-cyber-schools]. Diakses pada 21 Desember 2013.
  • Kidsone. [http://kidsone.in/english/stories/stories-index.html]. Diakses pada 22 Desember 2013
  • Matematika Menyenangkan. [http://matematikamenyenangkan.com]. Diakses pada 22 Desember 2013.
  • Parks, Eric. What’s the “e” in e-Learning? [http://www.askinternational.com/knowledge/articles/eBasic/whatsElearn.html]. Diakses pada 21 Desember 2013.
  • Pengertian e-Learning. [http://e-learning.stainbone.ac.id/module/Pengertian%20Elearning.pdf]. Diakses pada 22 Desember 2013.
  • Pengertian Keunggulan Manfaat Kekurangan & Kendala E-Learning. [http://programmkomputer.blogspot.com/2012/10/pengertian-keunggulan-kendala-e-learning.html]. Diakses pada 21 Desember 2013.
  • The Disadvantages of Online Learning. [http://www.elearning-companion.com/disadvantages-of-online-learning.html]. Diakses pada 21 Desember 2013.
  • Wikipedia Indonesia. Pembelajaran Elektronik. [Id.m.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik]. Diakses pada 21 Desember 2013
Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 24, 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: