Bersemangat Seperti Laura: #6 Terus Berharap

rose kecil2

Tiada yang memompa semangat hidup selain memiliki harapan. Almanzo yakin suatu saat ia menjadi petani yang berhasil seperti ayahnya. Dan Laura ingin memiliki rumah papan berjendela kaca yang nyaman dan terbebas dari lilitan utang.

Mereka sudah nyaman hidup sebagai orang kota. Namun de Smeth, Dakota Selatan tetap panas dan tidak bersahabat dengan petani. Pa juga lebih banyak bekerja di kota sebagai petugas pengadilan daripada menjadi petani. Laura dan Almanzo kemudian memutuskan untuk pindah.

penjelajahan

Kali ini mereka bakal terpisah jauh dan bisa jadi merupakan perpisahan terakhir. Laura terisak-isak. Dan Pa menginginkan biolanya menjadi milik Laura namun ia menolaknya karena takut momen itu perpisahan terakhirnya bersama Pa.

Bersama sahabatnya, suami istri Cooley dan dua anaknya, George dan Paul, mereka mengembara dengan gerobak menuju Pegunungan Ozark, Missouri Selatan, tempat yang dikenal sebagai penghasil apel merah. Hampir dua bulan mereka mengembara, bertemu dengan penduduk asal Rusia, berpapasan dengan rombongan yang menuju Kansas, dan memasak di alam terbuka. Bagi Laura ini pengalaman kesekian kalinya makan dan tidur di alam terbuka, namun bagi Rose ini perjalanan yang selalu dikenangnya.

missouri

Suatu saat Almanzo menemukan lahan pertanian dan rumah kecil yang memikat hatinya. Ia berniat menuju bank untuk meminjam dana untuk membeli lahan dan rumah tersebut. Malangnya uang simpanan mereka terselip dan baru cukup lama uang tersebut ditemukan. Sedangkan keluarga Cooley memilih bekerja di hotel.Setelah berhasil membeli rumah, mereka pindah dan menemukan rumah tersebut mungil dan kotor.

Pertanian mereka belum bisa langsung digunakan karena apel tumbuh lambat. Almanzo menjual kayu ke kota dan berburu. Mereka kembali hidup kekurangan dan bekerja keras. Laura berjualan telur dan memanfaaatkan apa saja yang dimilikinya. Bahkan suatu kali mereka sangat miskin hingga tidak mampu membeli mentega dan mengolesi roti dengan lemak. Rose ke sekolah juga dengan baju penuh tambalan.

Laura tidak gentar dan mereka kemudian mampu membeli tanah di kota dan mendapatkan uang dengan menyewakan kamar dan memberikan makanan bagi pelancong sambil menunggu apel mulai berbuah. Setelah lebih dari lima tahun bermukim di sana, mereka mulai panen meski saat itu harga apel buruk. Tiga tahun berturut-turut panen tidak menjanjikan dan suatu kali sebagian lahan mereka terbakar.

Meski hidup keras, mereka terus bersyukur tidak lagi kekurangan dan Rose berhasil menjadi siswa terbaik di sekolahnya hingga ia lulus. Saat Rose menunggu pengumuman beasiswa perguran tinggi, Laura mendapat kabar buruk. Pa Laura sakit keras.

pa meninggal

Perlu dua hari menuju Kansas dengan berkereta api dan biayanya sangat mahal. Pa meninggal tak lama kemudian dan meninggalkan kenangan berupa biola. Laura sedih namun juga senang bertemu dengan keluarganya. Ma nampak tua, Mary mulai berkerut, Carrie menjadi petenis,dan Grace telah menikah.

Rose tak berhasil mendapat beasiswa karena tidak ada dana saat itu sementara biaya sekolah sangat mahal. Ia hampir memupus harapannya. Namun ada suatu pengganti yang cukup baik. Bibinya, Eliza Jane, menjadi janda yang cukup kaya dan bersedia membiayai sekolahnya di akademi selama setahun di Lousiana. Rose meninggalkan keluarga selama setahun dan menjadi lulusan terbaik di akademi tersebut. Di sini Rose berbalikan dengan Laura malah sangat menyukai bibinya yang memperjuangkan feminisme dan mendukung persamaan hak antara warga kulit hitam dan kulit putih. Beberapa tahun kemudian, Rose menikah dan bekerja di kota. Ia kemudian bekerja sebagai wartawan.

rose remaja

Referensi:
1. Dalam Perjalanan Pulang
2. Seri Lereng Bukit

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 16, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: